PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Gold News 30 Juni 2016

Harga Emas Antam Turun Rp 4.000 per Gram

Ilustrasi Emas Antam (Liputan6.com/Andri Wiranuari)?

PT. Rifan Financindo Berjangka, Jakarta – Harga emas yang dijual PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali turun. Kini penurunan mencapai Rp 4.000 per gram menjadi Rp 596 ribu per gram pada perdagangan Kamis (30/6/2016). Sebelumnya harga emas Antam diperdagangkan di level Rp 600 ribu per gram.

Sedangkan harga pembelian kembali (buyback) turun Rp 3 ribu per gram menjadi Rp 545 ribu per gram. Itu artinya jika Anda ingin menjual emas, maka Antam akan membelinya Rp 545 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kg akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08:26 WIB, seluruh stok emas Antam dengan berbagai ukuran masih tersedia.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram tercatat Rp 6.070.000 per batang atau Rp 607.000 per gram. Untuk ukuran 20 gram, tercatat Rp 11.745.000 per batang atau Rp 587.250 per gram.

Antam juga mengeluarkan emas batangan kemasan Natal dengan ukuran 2 gram dan 5 gram. Untuk ukuran 5 gram Antam menjualnya di harga Rp 2.860.000 sedangkan untuk 2 gram dijual di harga Rp 1.177.000.

Selain emas edisi Natal, Antam juga mengeluarkan emas edisi Idul Fitri. Untuk emas spesial ini, ukuran yang disediakan 1,2 dan 5 gram. Untuk ukuran 1 gram dijual di harga Rp 671.000, untuk ukuran 2 gram dijual Rp 1.227.000 dan untuk 5 gram dijual Rp 2.910.000.

Berikut daftar harga emas yang dijual Antam:

* Pecahan 1 gram Rp 596.000

* Pecahan 5 gram Rp 2.835.000

* Pecahan 10 gram Rp 5.620.000

* Pecahan 25 gram Rp 13.975.000

* Pecahan 50 gram Rp 27.900.000

* Pecahan 100 gram Rp 55.750.000

* Pecahan 250 gram Rp 139.250.000

* Pecahan 500 gram Rp 278.300.00

Dolar Melemah Picu Harga Emas Menguat

?

New York – Harga emas menguat dipicu pelemahan dolar dan minat investor untuk mencari aset yang lebih aman karena ketidakpastian kondisi keuangan jangka panjang setelah Inggris memutuskan untuk meninggalkan Uni Eropa.

Namun harga emas masih di bawah posisi puncaknya pada Jumat pekan lalu sejak Maret 2014 di US$ 1.358,20 per ounce.

Pekan lalu banyak pihak kaget dengan keputusan Inggris untuk hengkang dari Uni Eropa. Kondisi ini menyebabkan harga emas melonjak lebih dari 8 persen karena logam mulia sering dianggap sebagai lindung nilai terhadap risiko ekonomi dan keuangan.

Harga emas?di pasar Spot naik 1 persen menjadi US$ 1.324,90 per ounce. Sementara harga emas AS ditutup naik 0,7 persen ke posisi US$ 1.326,90 per ounce.

“Meskipun ketidakpastian masih di depan mata, namun ekuitas terus mencari jalannya selama beberapa hari terakhir, ” menurut Jonathan Butler dari Mitsubishi Corp.

Menurut dia, dalam jangka menengah, emas akan didukung kemungkinan The Fed menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan ke depan.

Sementara itu, pasar saham global terus pulih setelah pekan lalu membukukan kerugian besar, sementara dolar turun 0,5 persen terhadap sekeranjang mata uang utama.

“Jika Brexit terlihat sangat berdampak pasar, bank pusat pasti akan mengambil langkah untuk menenangkan pasar, dan ini hal yang tidak akan baik untuk emas,” kata Jiang Shu, Kepala Analis Shandong Gold Group.

Para pemimpin Eropa telah meminta Inggris untuk bertindak cepat untuk mengatasi kebingungan politik dan ekonomi yang dipicu Brexit.

“Orang-orang mulai menyadari dengan gaung dari Brexit, bukan hanya Inggris tetapi Eropa,

Amerika Serikat dan seluruh dunia, ” jelas US Money Reserve Philip Diehl.

Pasar juga akan terus memantau data ekonomi AS yang menjadi petunjuk waktu dari rencana kenaikan suku bunga berikutnya oleh Federal Reserve. PT. Rifan Financindo Berjangka.

Sumber : Liputan 6