PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Emas Minggu Lalu & Kedepannya

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas naik sedikit pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat hari Jumat minggu lalu dan hanya sedikit berubah dari level yang terlihat sebelum laporan ekonomi AS yang penting dirilis.

Emas berjangka Desember terakhir diperdagangkan naik $2.80 per ons pada $1,204.30. Perak Comex bulan Desember terakhir diperdagangkan naik $0.06 pada $14.645 per ons.

Laporan  “Labor Department Employment Situation” AS untuk bulan September menunjukkan angka kunci “non-farm payrolls” naik 134.000, yang meleset turun dari perkiraan konsensus sebesar 180.000.  Namun, laporan bulan Juli dan Agustus merevisi naik secara signifikan angka pekerjaan “non-farm” sebanyak 87.000.

Cuaca yang buruk – hurricane – di dalam periode laporan juga dipersalahkan sebagai penyebab turunnya angka pekerjaan. Tingkat pengangguran bulan September turun menjadi 3.7% – level terendah sejak tahun 1969. Angka pertumbuhan upah AS juga diperhatikan dengan ketat, dan angkanya muncul di 2.8% dibandingkan 2.9% pada laporan bulan Agustus.

Revisi naik ini ditambah lagi dengan kenyataan bahwa tingkat pengangguran berada pada terendah selama 40 tahun memberikan dorongan naik bagi harga metal berharga kuning dan terus memberikan tekanan jual terhadap saham AS.

Walaupun laporan pekerjaan muncul dibawah daripada yang diperkirakan, banyak ekonom mengatakan bahwa badai Florence adalah penyebab utama dari turunnya angka pada bulan September.

Sebagaimana yang dilaporkan oleh MarketWatch, Thomas Simons, ekonom pasar uang senior mengatakan,”Payrolls” bulan September muncul jauh lebih rendah daripada yang diperkirakan, tetapi hal itu disebabkan karena efek dari Badai Florence. Kita telah melihat hal ini berkali-kali setelah badai yang besar terjadi. Jadi, abaikan kelemahan dari payrolls kali ini.”

Yang paling mengesankan adalah kenyataan bahwa terakhir tingkat pengangguran berada di posisi rendah 3.7% adalah pada bulan Desember 1969, hampir 50 tahun yang lalu.

Pasar saham dunia kebanyakan turun semalam, masih tertekan dengan naiknya imbal hasil obligasi pemerintah dunia. Indeks saham AS mengarah naik sedikit pada pembukaan sesi New York.

Para investor metal berharga harus memperhatikan ketangguhan emas ditengah naiknya imbal hasil obligasi AS dan data makro AS yang impressive. Imbal hasil dari obligasi telah naik karena data ekonomi AS yang kuat, khususnya setelah indeks Non-Manufacturing ISM yang terbaru, yang naik ke dekat rekor tertinggi pada bulan September, kata Andrew Hunter, ekonom dari Capital Economics AS.

Namun, emas telah teguh berada diatas $1,200 per ons dan emas berjangka Comex bulan Desember  terakhir  diperdagangkan pada $1,205.40, naik 0.32% pada hari itu.

Ini adalah pergerakan yang penting untuk emas, analis Mitsubishi Jonathan Butler memberitahukan kitco news pada hari Jumat. Rifanfinancindo.

 

Sumber : Vibiznews