PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Dolar AS Turun ke Level Terendah, Harga Emas Makin Berkilau

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas reli ke level tertinggi dalam setahun. Hal itu didorong komentar pejabat Amerika Serikat (AS) soal dolar AS yang tertekan.

Sentimen itu juga membuat dolar AS berada ke level terendah dalam tiga tahun dan aksi beli terjadi untuk emas. Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$ 19,60 atau 1,5 persen ke posisi US$ 1.356,30 per ounce. Angka itu tertinggi sejak 18 Agustus 2016.

Harga emas menguat usai Menteri Keuangan AS Steven Munchin menuturkan, dolar AS tertekan positif untuk perdagangan AS. Indeks dolar AS pun melemah terhadap enam mata uang asing lainnya. Indeks dolar AS turun 1 persen ke posisi 89.244. Harga emas biasanya berbanding terbalik dengan dolar AS.

“Sejumlah sentimen membantu penguatan harga emas. Mendominasi sentimennya dari dolar AS yang tertekan,” ujar Trey Reik, Senior Portfolio Manager Sprott Asset Management, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (25/1/2018).

Sementara itu, Fawad Razaqzada, Analis Teknikal Forex.com menyatakan, pernyataan menteri keuangan AS juga mengharapkan pertumbuhan ekonomi AS. Ini dapat dukung dolar AS dalam jangka panjang. “Jika ia benar, dolar AS dapat kembali menguat,” ujar dia.

Ia prediksi dolar AS dapat kembali menguat usai pemerintah AS kembali mendapatkan dana setelah 8 Februari 2018.

Adapun harga logam lainnya juga menguat. Harga perak naik 58 sen atau 3,4 persen ke posisi US$ 17.489 per ounce. Harga Platinum menguat 0,8 persen ke posisi US$ 1.015,80 per ounce. Rifanfinancindo.

 

Sumber : Liputan 6