PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Dolar AS Tertekan Picu Harga Emas Melonjak

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas berjangka menguat seiring dolar Amerika Serikat (AS) dan imbal hasil obligasi pemerintah melemah. Hal tersebut memberikan dukungan untuk harga emas.

“Harga emas lebih tinggi untuk hari kedua karena ketegangan perdagangan antara AS dan China meningkat dan reli dolar AS mulai mereda,” ujar Kepala Riset Saxo Bank, Ole Hansen, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (9/8/2018).

Harga emas untuk pengiriman Desember naik USD 2,7 atau 0,2 persen ke posisi USD 1.221 per ounce. Kenaikan harga emas itu terjadi dalam dua hari berturut-turut. Namun, komoditas ini sebagian besar diperdagangkan dalam rentang yang sempit.

Sementara itu, harga perak untuk pengiriman September naik 5,9 sen atau 0,4 persen ke posisi USD 15.43 per ounce. Harga emas melemah didorong indeks dolar AS yang tertekan. Indeks dolar AS turun 0,1 persen ke posisi 95,16. Sementara itu, imbal hasil obligasi bertenor 10 tahun berada di posisi 2,96 persen.

Dolar AS yang lebih kuat dapat membuat komoditas logam yang dipatok dolar AS kurang menarik bagi pembeli. “Dolar AS yang kuat akhirnya melemah terhadap yuan China. Kini fokus terhadap kenaikan suku bunga AS, dan bursa saham AS yang menguat. Serta kurangnya tekanan inflasi mengurangi daya tarik emas sebagai safe haven. Perubahan dalam jangka pendek terjadi terhadap dolar AS sehingga membawa risiko turun,” tambah Hansen.

Perang Dagang Juga Bayangi Harga Emas
Ketegangan perang dagang juga jadi perhatian pasar. AS mengumumkan tarif 25 persen terhadap impor barang China senilai USD 16 miliar. Pemerintah China akan membalas. Hal itu mendorong total penerapan tarif 25 persen menjadi USD 50 miliar untuk impor barang China.

Ketegangan perang dagang juga mendorong aksi beli untuk emas sebagai aset safe haven. Selain itu kenaikan suku bunga bank sentral AS juga bayangi harga emas. Bank sentral AS atau the Federal Reserve akan menaikkan suku bunga dua kali lagi pada 2018 dan tiga kali pada 2018. Pertemuan bank sentral AS berikutnya pada September 2018.

Adapun pergerakan harga logam lainnya yaitu harga tembaga turun 0,1 persen menjadi USD 2.751 per pound. Harga platinum susut 0,2 persen menjadi USD 829,50 per ounce. Sedangkan Paladium turun 1,8 persen menjadi USD 886,40 per ounce. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6