PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Dolar AS Perkasa, Harga Emas Makin Redup

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas melanjutkan pelemahan mendekati posisi terendah dalam lima pekan pada perdagangan Kamis (Jumat pagi waktu Jakarta). Penguatan dolar Amerika Serikat (AS) masih menjadi faktor utama harga emas terus tertekan.

Dikutip dari Reuters, Jumat (27/4/2018), harga emas di pasar spot tersungkur 0,4 persen ke posisi USD 3.17,31 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni merosot 0,4 persen atau USD 4,90 ke posisi USD 1.317,90 per ounce.

“Ini karena kekuatan dolar AS,” kata Senior Strategis Investasi di Bank Wealth Management AS, Robert Haworth.

Sentimen yang mengikis harga emas, antara lain kekhawatiran meningkatkan stok utang pemerintah AS, tekanan inflasi, dan kenaikan harga minyak mentah, serta imbal hasil obligasi AS tenor 10 tahun yang menembus tiga persen. Kenaikan ini, untuk kali pertama dalam empat tahun.

Kondisi tersebut tentunya mengurangi kemilau dan daya tarik emas sebagai instrumen investasi. Diharapkan ada masih ada permintaan emas dari pembeli dan dukungan sentimen lain yang bisa membantu harga emas jatuh lebih dalam.

“Pada posisi harga tersebut, diharapkan masih bisa menarik minat pembeli,” ujar Kepala Perdagangan di Wing Fung Precious Metals, Peter Fung.

Harga emas dunia sempat melesat ditopang ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah yang telah mendongkrak permintaan emas sebagai instrumen investasi paling aman.

Tapi kecemasan rencana kenaikan suku bunga AS yang mendorong peningkatan imbal hasil obligasi dan memperkuat dolar AS, memicu harga emas turun.

“Data Produk Domestik Bruto (PDB) AS dan inflasi pada Jumat (waktu setempat) akan memberikan arah baru harga emas,” kata Analis Jonathan Butler.

Prediksi Harga Emas Dunia
Analis dan pedagang emas memprediksi harga emas akan berada pada rata-rata USD 1.334 per ounce pada tahun ini dan bergerak naik sekitar USD 1.352 per ounce pada 2019.

Harga perak justru kebalikannya dengan penguatan 0,1 persen atau USD 16,54 per ounce. Proyeksinya rata-rata berada pada harga USD 17,28 per ounce di 2018 dan USD 18 per ounce pada tahun depan.

Sedangkan harga platinum naik 0,4 persen ke level USD 909,10 per ounce setelah mencapai harga rendah selama lebih dari empat bulan, yakni USD 901 per ounce. Analis memprediksi harga perak dan platinum akan lebih tinggi pada 2018 dan 2019.Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6