PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Didominasi Pergerakan Positif, Harga Emas LLG Merosot Tajam Akibat GDP AS

Senin, 29 September 2014

Harga emas LLG pada penutupan perdagangan pekan lalu, 22-26 September 2014, terpantau ditutup melemah tipis secara agregat sepekan. Pelemahan harga emas LLG pada perdagangan pekan lalu dipicu oleh sentimen negatif kuat dari data GDP Amerika Serikat.

Pergerakan harga emas LLG pada pekan lalu terpantau lebih didominasi oleh trend positif dalam 5 hari perdagangan. Dari total 5 hari perdagangan tersebut, tercatat harga emas dapat ditutup menguat di 3 hari perdagangan. Namun, signifikansi level pelemahan pada dua hari perdagangan yang ditutup negatif akibat sentimen ekonomi Amerika Serikat, memicu harga emas LLG untuk melemah tipis pada perdagangan pekan lalu.

Pada hari pertama perdagangan pekan lalu, harga emas langsung dapat ditutup menguat membalas trend melemah di perdagangan pekan sebelumnya. Selain dorongan faktor teknikal yang mulai jenuh melemah, harga emas pun terdorong secara fundamental. Adapun penyebab bangkitnya harga emas di hari pertama perdagangan tersebut dipicu oleh jatuhnya data existing home sales Amerika Serikat dari 2,2% ke level -1,8% yang memicu aksi beli safe haven.

Dampak dari sentimen data existing home sales tersebut, bahkan masih cukup memberika dorongan positif pada pergerakan harga emas di hari kedua perdagangan pekan lalu. Relatif buruknya data tersebut, memberikan dampak tidak langsung pada pola melemah nilai Dollar Amerika Serikat. Imbas dari hal tersebut, aksi beli terhadap emas pun kembali menguat sehingga harga emas cukup terangkat.

Namun, trend positif pergerakan harga emas di dua hari pertama perdagangan tersebut langsung tertutup di perdagangan hari ke-3 akibat data penjualan new home sales Amerika Serikat, data new home sales Amerika Serikat yang melejit dari level 1,9% ke 18% menggerus harga emas secara signifikan. Selain itu nilai Dollar Amerika Serikat yang turut terangkat akibat dorongan tersebut juga ikut melemahkan harga emas.

Walaupun demikian, tekanan sentimen negatif kuat data new home sales Amerika Serikat, tidak mampu kokoh memicu pelemahan harga emas. Kembali hadirnya faktor fundamental baru dari data durable goods orders memicu harga emas untuk kembali melejit. Data durable goods orders Amerika Serikat yang jatuh dari level 22,5% ke -18,2% kembali memicu minat investasi safe haven sehingga harga emas pun kembali mendapat support positif.

Meskipun demikian, puncak pergerakan harga emas baru terjadi pada perdagangan hari terakhir pekan lalu. Sentimen yang ditunggu dari data GDP Amerika Serikat, terlihat menjadi faktor yang paling menentukan pergerakan harga emas pekan lalu. Rilis data GDP Amerika Serikat pada pekan lalu yang berada sesuai ekspektasi dengan peningkatan signifikan dari level -2,1% ke 4,6% menggerus habis-habisan harga emas di akhir pekan. Dampak dari pelemahan signifikan tersebut, harga emas pun harus ditutup melemah secara agregat sepekan meskipun pergerakan lebih didominasi trend positif akibat runtuhnya minat safe haven.

Pada penutupan perdagangan pekan lalu, harga emas LLG terpantau ditutup melemah tipis secara agregat sepekan. Harga emas LLG pada pekan lalu ditutup turun 0,02% ke tingkat harga $1.217,45/t oz atau melemah $0,25/t oz.

Sementara pada penutupan perdagangan emas berjangka di bursa Comex pekan lalu, harga emas berjangka juga ditutup melemah tipis pekan lalu. Harga emas berjangka Comex untuk kontrak Desember 2014 ditutup turun 0,1% ke tingkat harga $1.215,4/t oz atau melemah $1,2/t oz.

Analis Vibiz Research Centre memprediksi harga emas pada pekan ini akan sangat terpengaruh data pekerja Amerika Serikat, Uni Eropa, dan Jerman pada pekan ini yang cenderung untuk mixed. Namun, harga emas akan lebih berpotensi untuk menguat akibat adanya cukup dorongan teknikal akibat lesunya harga emas dalam 4 pekan terakhir. Terkait pergerakan harga, range normal pekan ini diprediksi akan berada di kisaran $1.190-$1.150.

Sumber : Vibiznews

Bagus Aditoro/ Analyst Economy Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
image: Wikimedia