PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Category Archives: Uncategorized

Harga Emas Semakin Mengkilap Usai China Pukul Balik AS

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas naik dan berada di jalur penguatan terbaik dalam tiga bulan pada perdagangan Senin. Penguatan harga emas ini terjadi karena investor mencari tempat lindung nilai (safe haven) dari gejolak pasar yang dipicu oleh pengumuman China bahwa mereka akan membalas AS.

Mengutip CNBC, Selasa (14/5/2019), harga emas di pasar spot naik 1,1 persen menjadi USD 1.299,30 per ounce, setelah mencapai USD 1,301,10 per ounce, tertinggi sejak 11 April.

Harga logam mulia ini berada di jalur untuk menandai kenaikan persentase satu hari terbesar sejak 19 Februari.

Sedangkan harga emas berjangka AS menetap 1,1 persen lebih tinggi pada USD 1.301,80 per ounce.

“Kami melihat bahwa saat ini investor tengah mencari tempat aman setelah adanya gangguan dalam pembicaraan perdagangan dan China berbicara tentang pembalasan,” kata analis komoditas senior RJO Futures, Phillip Streible.

“Risiko geopolitik meningkat, ketegangan perdagangan meningkat, dolar AS turun dan ekuitas benar-benar di bawah tekanan. Semua faktor ini meningkatkan harga emas sekarang.” ia menambahkan.

China mengatakan pada Senin bahwa mereka akan menaikkan tarif pada sejumlah barang AS, menyerang kembali dalam perang dagang dengan Washington tak lama setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkannya untuk tidak membalas.

Langkah ini membebani pasar ekuitas di seluruh dunia dan mendorong imbal hasil Treasury AS yang lebih panjang ke level terendah enam minggu.

Indeks dolar AS juga jatuh ke palung terdalam dalam tiga pekan sehingga membuat harga emas lebih murah bagi investor yang melakukan transaksi dengan mata uang di luar dolar AS.

Sempat Tertekan
Harga emas sebelumnya sempat mencapai USD 1.281,35 per ounce yang merupakan level terendah dalam satu sesi perdagangan karena meningkatnya kekhawatiran perdagangan membebani yuan sehingga mengurangi permintaan pembelian emas terbesar di dunia yaitu Cina.

Mata uang Tiongkok turun ke level terendah terhadap dolar AS sejak Desember.

“Emas telah tertinggal lebih awal, tetapi pengumuman tarif China memberi tekanan lebih besar pada ekuitas,” kata Tai Wong, kepala perdagangan derivatif logam mulia dan dasar di BMO.

“Jadi ini adalah pembelian spekulatif berdasarkan pada stok yang lebih rendah dan hasil yang lebih rendah dengan terobosan teknis pada momentum kenaikan naik.” tutur dia.

Di sisi investasi, spekulan menaikkan posisi net-long dalam emas di pekan yang berakhir 7 Mei. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Emas Selama Minggu Lalu dan Minggu Ini

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Bahkan dengan harga emas melemah pada hari Jumat minggu lalu, namun Gary Wagner professional pasar emas percaya bahwa harga emas akan meningkat sampai akhir tahun yang akan diikuti dengan kenaikan yang besar pada tahun 2019. Setelah naik lebih dari $20 pada hari Kamis, emas berjangka dengan bulan kontrak yang paling aktif pada bulan Februari pada hari Jumat kemarin diperdagangkan turun $9.30 dan ditutup pada $1,258.60.

Suatu catatan yang positip adalah bahkan dengan penurunan lebih dari sembilan dolar, harga emas saat sekarang ini masih diatas moving average 200 hari. Hal ini menunjukkan bahwa emas sedang bergerak dalam tren “bullish” jangka panjang.  Turunnya harga emas pada hari Jumat minggu lalu seluruhnya di dasarkan kepada menguatnya dolar AS baik di pasar barjangka maupun pasar spot.

Kenaikan dolar AS yang kuat terjadi bahkan ditengah-tengah kemungkinan besar pemerintah AS akan menutup sebagian dari operasionalnya yang akan terjadi apabila negosiasi sekarang ini tidak memberikan hasil.

Kekuatan dolar AS adalah hasil dari data yang menunjukkan bukan saja kekuatan ekonomi namun juga pertumbuhan ekonomi. Departemen konsumen menjelaskan pada hari Jumat minggu lalu bahwa belanja konsumen AS bertumbuh dengan kecepatan yang lebih cepat daripada pendapatan di bulan November. Ada juga ukuran untuk sentimen konsumen dari Universitas Michigan yang perlu dipertimbangkan yang menunjukkan angka final bulan Desember sebesar 98.3 yang mengalahkan perkiraan pasar sebesar 97.2.

Laporan-laporan menunjukkan bahwa ekonomi AS bertumbuh pada kecepatan tahunan sebesar 3.4% pada kuartal ketiga yang merevisi dari angka awal 3.5%. Namun, suatu survey dari MarketWatch mengatakan para ekonom memperkirakan Gross Domestic Product akan melambat menjadi 2.6% pada kuartal keempat.

Sementara benar bahwa angka-angka ini menunjukkan kuatnya ekonomi AS dan terus bertumbuh, ada potensi benturan di jalan ke depan yang bisa mengubah kecepatan pertumbuhan ekonomi AS tahun depan.

Setelah menyentuh ketinggian selama lima bulan, emas kemungkinan berhenti sementara menikmati keuntungan belakangan ini selama minggu depan dalam perdagangan yang tipis karena liburan.

Tiga hal teratas yang menyetir emas pada minggu ini adalah Federal Reserce, lemahnya dolar AS dan pasar saham yang volatil, yang mendorong metal berharga ke ketinggian $1,269.60 – level tertinggi sejak bulan Juli.

Sekalipun emas berjangka Comex bulan Februari terakhir diperdagangkan pada $1,258.60, turun $9.30 pada hari Jumat tetapi naik 1.65% selama seminggu yang lalu.

Analis riset dari FXTM, Lukman Otunuga mengatakan,”Kombinasi dari kelemahan dolar AS, volatilitas pasar saham dan ekspektasi berkurangnya kenaikan tingkat bunga pada tahun 2019 mendorong sentimen pembelian dari metal kuning.”

Minggu ini emas akan bergerak dalam rentang yang terbatas. Gerak naik akan dibatasi oleh “resistance” terdekat pada $1,271.51 dan selanjutnya $1,276.22. Sebaliknya gerak turun akan dibatasi oleh “support” di $1,250.82 dan $1,246.11. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Berpeluang Melemah pada Pekan Ini

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas diperkirakan sulit reli pada pekan ini seiring harga minyak dunia cenderung tertekan. Pada pekan pertama November, harga emas cenderung melemah bahkan mendekati level terendah dalam empat minggu.

Harga emas berjangka untuk pengiriman Desember diperdagangkan di posisi USD 1.208,60 per ounce, atau turun dua persen dari minggu sebelumnya. Namun, harga minyak tertekan juga mendorong harga emas melemah.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot hampir 22 persen dalam lima minggu terakhir. Harga minyak WTI merosot dari level tertinggi dalam empat tahun pada awal Oktober.

Kepala Riset Saxo Bank, Ole Hansen, menuturkan pihaknya tidak terkejut melihat emas berjuang seiring harga minyak yang tertekan. Hal itu menciptakan pesimisme di seluruh harga logam. Dia menambahkan, harga minyak tergelincir akan berdampak terhadap indeks komoditas sehingga menekan harga emas.

“Minyak bisa dibilang pemimpin dari sektor komoditas. Seperti yang terjadi di minyak mentah juga berdampak terhadap komoditas lainnya,” ujar Analis Teknikal Kitco, Jim Wyckoff, seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (12/11/2018).

Ia menuturkan, pihaknya belum siap untuk tren harga emas yang melemah. Pihaknya pun netral untuk prediksi harga emas ke depan. “Saya tidak bisa terang-terangan untuk melihat harga emas melemah. Saya tidak berpikir harga minyak melemah terus berlanjut. Karena saham juga tetap lemah dan akan mendukung harga emas,” ujar dia. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

RFB Ajak Jurnalis di Palembang Pahami Loco Gold

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo Berjangka (RFB) kembali menggelar Media Training, Sabtu (22/9) di Palembang. Kegiatan dengan tema “Edukasi Pengenalan Investasi Kontrak Berjangka Emas (Loco Gold) pada Industri Perdagangan Berjangka Komoditi (PBK) ini” diikuti oleh puluhan jurnalis dari berbagai media, di kantor cabang RFB Palembang.

“Media training ini merupakan kali kedua, setelah digelar di tahun sebelumnya di tahun 2017”, ujar Kepala Cabang RFB Palembang, Eko Budhi Prasetyo, saat diwawancara oleh salah satu media.

Laki-laki yang akrab di sapa Pak Eko itu mengatakan, materi tentang Loco Gold sengaja dipilih untuk memberikan wawasan lebih dalam kepada rekan-rekan jurnalis tentang salah satu produk investasi yang paling diminati saat ini di PBK.

Investasi emas seperti yang kita ketahui cukup stabil, dan Loco Gold di RFB termasuk salah satu produk unggulan. Rencananya, setiap tahun kita akan menggelar edukasi lebih intensif dan mengupas satu persatu produk PBK termasuk isu-isu yang berkembang seputar investasi di industri berjangka.

Dalam sesi tanya jawab yang berlangsung selama acara, para jurnalis antusias menanyakan potensi investasi Loco Gold dan kontribusinya terhadap keseluruhan produk investasi di PBK. Materi Loco Gold dibawakan oleh Utami Ningsih, Vice Branch Manager RFB Palembang, sementara Eko Budhi selaku Kacab membawakan materi kinerja RFB periode Januari – Agustus 2018.

Dari data yang dipaparkan diketahui bahwa, sepanjang  satu semester lebih di tahun 2018, RFB Palembang berhasil membukukan volume transaksi SPA & Komoditi tertinggi dengan total 145,745 lot dibandingkan kantor cabang RFB lainnya .

Eko mengungkapkan, bahwa pertumbuhan ini disebabkan oleh faktor semakin teredukasinya masyarakat Palembang akan investasi di PBK. Portfolio investasi berjangka telah menjadi opsi bagi masyarakat karena potensi keuntungan yang menjanjikan dengan syarat kemampuan analisis dan manajemen risiko yang baik.

Acara media training yang berlangsung sekitar 3 jam lebih akhirnya ditutup dengan games Teka Teki Silang Seputar RFB. Tiga orang jurnalis dari Merdeka.com, Media Indonesia dan Bisnis Indonesia gembira terpilih sebagai pemenang sekaligus bisa mengikuti training ini.

“Harapannya ke depan,  kegiatan ini bisa semakin sering digelar atau semacam kuliah singkat khusus jurnalis setiap bulan untuk semakin memahami industri PBK,” ujar Erik dari Rakyat Merdeka Online (RMOL). (AD/RFB) PT Rifan Financindo.

Dokumentasi :

2

3

5

6     8

9

10

Emas Naik Ke Ketinggian Selama 1 Minggu

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Emas menyentuh ketinggian selama satu minggu pada hari Rabu kemarin, mengalami “rebound” dari kerendahan selama 7 bulan, dibantu oleh dolar AS yang melemah dan ketegangan perdagangan yang mengecil, walaupun keuntungannya dibatasi oleh prospek bahwa kenaikan tingkat bunga akan mendukung “greenback”.

Dolar AS jatuh terhadap euro dan yuan, dengan matauang Cina melanjutkan pemulihannya dari kerendahan selama 11 bulan setelah bank sentral mengambil langkah untuk membantunya.

Dolar AS yang melemah membuat emas yang berdenominasi dolar AS menjadi lebih murah bagi investor yang bukan orang Amerika Serikat.

“Emas telah mengalami tren turun selama beberapa minggu dan di dalam minggu non-farm payrolls ini, dolar AS kemungkinan tetap berada pada suatu rentang, jadi para trader/investor mengambil keuntungan atas posisi dolar dan emas,” kata Fawad Razaqzada, analis pada Forex.com.

Emas spot naik 0.2% pada $1,255.21 per ons setelah menyentuh $1,261.10, ketinggian selama satu minggu. Metal kuning telah mengalami keuntungan lebih dari $20 dari kerendahan $1,237 pada hari Selasa per ons, posisi terlemah sejak 12 Desember 2017.

Emas berjangka AS yang jatuh tempo bulan Agustus diperdagangkan 0.2% lebih tinggi pada $1,256.30 per ons.

Para investor sekarang sedang melihat kepada risalah pertemuan Federal Reserve AS bulan Juni yang akan jatuh tempo pada hari Kamis dan data non-farm payrolls AS pada hari Jumat untuk pentunjuk lebih jauh mengenai kebijakan moneter AS. Penilaian orang masih memihak kepada dolar AS, dengan dua kali kenaikan tingkat bunga pada tahun 2018 diperhitungkan dalam harga. Rifan Financindo.

 

Sumber : Vibiznews