PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Category Archives: news

Harga Emas Turun Terendah 4 Bulan

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga Emas turun ke level terendah dalam empat bulan pada akhir perdagangan Jumat dinihari (08/12) terganjal rebound dolar AS terpicu optimisme rencana reformasi pajak A.S.

Harga emas spot LLG jatuh 1,4 persen pada $ 1,248.20 pada 3:47 p.m. ET. Emas berjangka A.S. untuk pengiriman Desember turun 1,41 persen pada $ 1,248.30.

Harga telah terkurung antara $ 1.265 dan $ 1.300 per ons sejak pertengahan Oktober karena serangkaian rekor tertinggi di pasar saham mengurangi minat investasi dari emas batangan, dan karena para pedagang menunggu kenaikan yang diharapkan pada suku bunga A.S. bulan ini.

Dolar menyentuh level tertinggi dua minggu pada hari Kamis karena optimisme bahwa Amerika Serikat akan mendorong reformasi pajak, sementara ekuitas global pulih setelah dua hari berturut-turut mengalami kerugian. Anggota Parlemen Senat A.S. pada hari Rabu sepakat untuk berbicara dengan DPR mengenai undang-undang perpajakan, meningkatkan harapan bahwa anggota parlemen dapat menyetujui sebuah RUU terakhir menjelang batas waktu 22 Desember.

Emas sekarang sedang menunggu petunjuk lebih lanjut dari data non-farm payrolls A.S. minggu ini, sebuah barometer kunci ekonomi A.S. Pekan depan Federal Reserve juga diperkirakan akan mengumumkan kenaikan suku bunga A.S. yang lain dan untuk menawarkan panduan mengenai laju kenaikan lebih lanjut.

Di antara logam mulia lainnya, perak turun 1,55 persen pada $ 15,718 per ons setelah tergelincir ke titik terendah sejak pertengahan Juli di $ 15,74.

Platinum turun 1,07 persen pada $ 892,05 setelah sebelumnya menyentuh level terendah sejak 11 Juli di $ 891,50. Logam telah turun hampir 5 persen minggu ini dan berada di jalur untuk kerugian mingguan terbesarnya dalam sembilan bulan.

Palladium 1,96 persen lebih tinggi pada $ 1,013.

Malam nanti akan dirilis data Non Farm Payrolls November AS yang diindikasikan melemah. Jika terealisir akan menekan dolar AS.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas akan bergerak naik jika malam nanti data Non Farm Payrolls terealisir melemah. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,250-$ 1,252, dan jika harga bergerak turun akan berada di kisaran Support $ 1,246-$ 1,244. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Bertahan Pada Level Terendah 2 Bulan

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga Emas bertahan di dekat level terendah dua bulan pada akhir perdagangan Kamis dinihari (07/12), tertekan penguatan dolar AS menjelang pemungutan suara pada rencana reformasi pajak A.S., namun “government shutdown” AS memberikan dukungan terhadap harga.

Harga emas spot LLG tergelincir 0,37 persen menjadi $ 1,260.42 per ons setelah mencapai terlemah sejak 6 Oktober di sesi sebelumnya.

Harga emas berjangka A.S. naik 0,17 persen menjadi $ 1,267.10 per ons.

Indeks dolar AS menguat pada saat ketidakpastian seputar kemungkinan penutupan pemerintah A.S. jika anggota parlemen gagal mencapai kesepakatan anggaran sebelum batas waktu Jumat.

Dolar AS yang lebih kuat membuat aset berdenominasi dolar, seperti emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Pada bulan November, emas diperdagangkan dalam kisaran tersempit dalam 12 tahun. Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat A.S. yang dikuasai Republikan pada hari Senin memilih untuk melanjutkan ke konferensi mengenai undang-undang pajak dengan Senat, membuat Kongres melangkah lebih dekat ke sebuah tagihan akhir.

Menambahkan tekanan pada emas adalah ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve A.S. hampir pasti menaikkan suku bunga minggu depan pada pertemuan kebijakan moneter akhir tahun ini, sebuah pandangan yang diperkuat oleh jajak pendapat Reuters mengenai para ekonom.

Emas sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga A.S., karena ini mengangkat biaya peluang untuk menahan emas yang tidak menghasilkan sementara mendorong dolar.

Sementara itu, kepemilikan emas terbesar di dunia pada ETF, SPDR Gold Trust, jatuh pada hari Selasa.

Namun, pembacaan global mengenai kepemilikan global ETF yang mendukung emas menunjukkan bahwa mereka meningkat sebesar 9,1 ton menjadi 2.357 ton, dengan arus masuk bersih seluruhnya berasal dari Eropa karena dolar turun, Dewan Emas Dunia mengatakan.

Di antara logam mulia lainnya, perak turun 0,75 persen menjadi $ 15,97 per ons, setelah mencapai titik terendah sejak pertengahan Juli di sesi sebelumnya.

Platinum tenggelam 1,46 persen menjadi $ 902,40 per ons, setelah menyentuh level terendah sejak Juli di $ 899. Palladium naik 1,24 persen menjadi $ 994,80 per ons.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan harga emas akan bergerak naik dengan gejolak politik di AS. Harga emas diperkirakan bergerak dalam kisaran Resistance $ 1,262-$ 1,264, dan jika harga bergerak turun akan berada di kisaran Support $ 1,258-$ 1,256. Rifanfinancindo.

 

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Turun 1 Persen, Tengok Penyebabnya

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Harga emas melemah hingga 1 persen menuju ke level terendah dalam dua bulan pada perdagangan Selasa. Pendorong pelemahan harga emas karena dolar AS dan pasar saham AS menguat usai adanya keputusan bahwa Undang-Undang Perpajakan AS akan dirumuskan kembali.

Dolar AS menguat dalam dua sesi berturut-turut dan saham-saham di sektor teknologi melonjak cukup tinggi. Keduanya naik karena adanya rasa optimisme dari pelaku pasar seputar rencana reformasi perpajakan AS.

Dewan Perwakilan Rakyat AS pada Senin menyiapkan perundingan formal untuk membahas rencana pemangkasan pajak sebesar 20 persen, baik untuk korporasi maupun pribadi.

Mengutip Reuters, Rabu (6/12/2017), harga emas di pasar spot turun 1 persen pada US$ 1.263,02 per ounce pada pukul 1 siang waktu New York, setelah sebelumnya sempat terperosot dalam di US$ 1.260,71 per ounce.

Adapun harga emas di pasar berjangka untuk pengiriman Februari ditutup turun US$ 12,80 atau 1 persen juga menjadi US$ 1.264,90 per ounce.

“Keputusan soal reformasi perpajakan tersebut membuat likuiditas membanjir sehingga menekan harga emas. Kesempatan penguatan emas jika ada risiko geopilitik dan ketidakpastian di dunia,” jelas Josh Graves, analis senior RJO Futures di Chicago.

“Permintaan fisik juga turun ke posisi terendah dalam beberapa tahun terakhir. Tidak ada dorongan pembelian di Tiongkok dan India,” kata Carsten Menke, analis Julius Baer.

Ia melanjutkan, tanpa adanya peningkatan permintaan fisik, harga emas lebih sensitif terhadap perubahan nilai tukar dolar AS.

Saat ini, pelaku pasar sedang menunggu angka tenaga kerja yang akan menjadi pedoman bagi Bank Sentral AS untuk menaikkan atau tetap mempertahankan suku bunga acuan. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Awali pekan, Harga Emas Antam Turun Jadi Rp 618 Ribu per Gram

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) turun Rp 2.000 menjadi Rp 618 ribu per gram pada perdagangan Senin (4/12/2017). Pada perdagangan Sabtu, harga emas Antam di posisi Rp 620 ribu per gram.

Untuk harga pembelian kembali atau buyback juga turun Rp 1.000 menjadi Rp 552 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda akan menjual emas, maka Antam akan membelinya di harga Rp 5532 ribu per gram.

Pembayaran buyback dengan volume di atas 1 kilogram (kg) akan dilakukan maksimal dua hari setelah transaksi dengan mengacu pada harga buyback hari transaksi.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 1 gram hingga 500 gram. Hingga pukul 08.19 WIB, sebagian emas ukuran besar tak tersedia.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Sedangkan di gerai penjualan emas Antam lain bisa berbeda.

Sementara untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram dipatok Rp 6.296.000 atau Rp 629.600 per gram. Sedangkan ukuran 20 gram sekitar Rp 12.193.000 atau Rp 609.650 per gram.

Antam juga mengeluarkan emas edisi Idul Fitri. Untuk ukuran 1 gram dijual di harga Rp 694.000. Ukuran 2 gram di jual Rp 1.272.000 dan 5 gram dijual Rp 3.021.000.

Berikut daftar harga emas yang dijual Antam:

* Pecahan 1 gram Rp 618.000

* Pecahan 5 gram Rp 2.946.000

* Pecahan 10 gram Rp 5.842.000

* Pecahan 25 gram Rp 14.529.000

* Pecahan 50 gram Rp 29.008.000

* Pecahan 100 gram Rp 57.967.000

* Pecahan 250 gram Rp 144.791.000

* Pecahan 500 gram Rp 289.381.000. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Bursa Global Cetak Rekor Bikin Harga Emas Susut

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas turun dibayangi saham global yang mendekati rekor tertingginya. Serta data pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) yang positif. Membaiknya data ekonomi turut mendorong Dolar dan imbal hasil obligasi AS naik.

Melansir laman Reuters, Kamis (30/11/2017), harga emas di pasar Spot turun 0,7 persen menjadi US$ 1.284,23 per ounce.

Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember menetap US$ 12,80, atau 1 persen menjadi US$ 1.282,10 per ounce.

“Penurunan harga emas ini terjadi ketika GDP naik, Dolar mulai menguat dan imbal hasil bergerak lebih tinggi,” kata Julius Baer, Analis Carsten Menke.

Rilis data ekonomi AS yang menunjukkan kemajuan, perombakan pajak dan negosiasi Brexit di Eropa, membawa angin segar bagi saham global.

Meski kemudian, bursa global dan imbal hasil obligasi mundur dari posisi tertinggi hariannya, dan indeks dolar sedikit melemah terhadap sekumpulan mata uang.

Demikian pula harga emas turun sekalipun tetap berada dalam kisaran bulanan tersempit sejak 2005, sementara harga perak turun ke titik terendah dalam hampir 8 minggu.

“Penurunan permintaan fisik telah membuat emas sangat-sangat sensitif terhadap imbal hasil obligasi AS. Pada dasarnya tidak ada lagi yang mengendarai pasar emas tahun ini,” jelas dia

Harga emas telah meningkat 12 persen sejauh 2017, melambung di kuartal pertama. Bullion sangat sensitif terhadap kenaikan suku bunga AS.  Kenaikan suku bunga diprediksi terjadi bulan depan.

Kurangnya pendorong yang jelas membuat harga emas berkisar di antara US$ 1.265 dan $ 1.300 sepanjang November, kisaran bulanan tersempit dalam 12 tahun.

Adapun harga logam mulia lainnya, perak turun 1,6 persen menjadi US$ 16,56 per ounce, setelah menyentuh US$ 16,50. Ini posisi terendah sejak 6 Oktober.

Harga Palladium merosot 1,4 persen menjadi US$ 1,012.72 per ounce, setelah mencapai titik tertinggi sejak Februari 2001 pada Selasa di US$ 1,028.70, sementara platinum turun 1 persen menjadi US$ 939,50. Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6