PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Category Archives: news

Harga Emas Tumbang ke Level Terendah dalam Sebulan

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas merosot ke level terendah dalam sebulan pada hari Senin (Selasa pagi WIB) karena dolar Amerika Serikat (AS) naik ke titik tertinggi 16 bulan, didorong oleh rencana kebijakan Bank Sentral AS atau the Fed yang akan menaikkan suku bunga acuan dan ketidakpastian politik di Eropa.

Dilansir dari Reuters, Selasa (13/11/2018), harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi USD 1.203,3 per ounce, setelah menyentuh terendah satu bulan dari USD 1.201,85 pada awal sesi.

Harga emas berjangka AS ditutup turun USD 5,1 atau 0,4 persen menjadi US 1.203,5 per ounce. Pekan lalu, logam mulia membukukan penurunan mingguan terbesar sejak Agustus setelah the Fed menegaskan kembali posisi pengetatan moneternya.

“Dari pesan hawkish (kecondongan menaikan suku bunga-red) yang kami dapatkan dari the Fed minggu lalu, kami sekarang melihat akibatnya,” kata Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities.

The Fed pekan lalu mengindikasikan bahwa pihaknya berencana menaikkan suku bunga bulan depan dan tetap di jalur untuk dua kenaikan potensial pada pertengahan 2019 di tengah ekonomi AS yang optimistis dan meningkatnya tekanan upah, mengangkat dolar AS.

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, naik ke level tertingginya sejak Juni 2017, merusak daya tarik emas dengan membuatnya lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya untuk membeli logam.

Harga emas telah jatuh sekitar 12 persen sejak puncaknya pada bulan April setelah para investor lebih suka  mengoleksi dolar AS ketika perang perdagangan AS-China dibuka dengan latar belakang suku bunga AS yang lebih tinggi.

Di Inggris, keraguan pemerintah bisa mengamankan perjanjian Brexit, serta Roma yang menghadapi batas waktu untuk menyerahkan anggaran Italia yang direvisi ke Uni Eropa pada Selasa, juga mendukung dolar AS.

Tak hanya harga emas,  perak turun 0,8 persen menjadi USD 14,04 per ounce, setelah menyentuh level terendah sejak 11 September di USD 13,97. Paladium merosot 1 persen menjadi USD 1.105 per ounces, sementara platinum turun 1 persen pada USD 839,50 per ounce. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Berpeluang Melemah pada Pekan Ini

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas diperkirakan sulit reli pada pekan ini seiring harga minyak dunia cenderung tertekan. Pada pekan pertama November, harga emas cenderung melemah bahkan mendekati level terendah dalam empat minggu.

Harga emas berjangka untuk pengiriman Desember diperdagangkan di posisi USD 1.208,60 per ounce, atau turun dua persen dari minggu sebelumnya. Namun, harga minyak tertekan juga mendorong harga emas melemah.

Harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) merosot hampir 22 persen dalam lima minggu terakhir. Harga minyak WTI merosot dari level tertinggi dalam empat tahun pada awal Oktober.

Kepala Riset Saxo Bank, Ole Hansen, menuturkan pihaknya tidak terkejut melihat emas berjuang seiring harga minyak yang tertekan. Hal itu menciptakan pesimisme di seluruh harga logam. Dia menambahkan, harga minyak tergelincir akan berdampak terhadap indeks komoditas sehingga menekan harga emas.

“Minyak bisa dibilang pemimpin dari sektor komoditas. Seperti yang terjadi di minyak mentah juga berdampak terhadap komoditas lainnya,” ujar Analis Teknikal Kitco, Jim Wyckoff, seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (12/11/2018).

Ia menuturkan, pihaknya belum siap untuk tren harga emas yang melemah. Pihaknya pun netral untuk prediksi harga emas ke depan. “Saya tidak bisa terang-terangan untuk melihat harga emas melemah. Saya tidak berpikir harga minyak melemah terus berlanjut. Karena saham juga tetap lemah dan akan mendukung harga emas,” ujar dia. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Emas Terus Berkonsolidasi Setelah Fed Tidak Merubah Tingkat Bunganya

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Emas naik mengetes ketinggian harian pada $1,227 setelah dirilisnya pernyataan FOMC namun gagal untuk menembus lebih tinggi dan tertarik kebawah lagi ke $1,223, level yang sama seperti sebelumnya. Metal kuning terus berkonsolidasi dan sebegitu jauh tetap diatas kerendahan harian meskipun dolar AS menguat.

Dolar AS memperoleh momentum dan mencetak ketinggian baru setelah bank sentral AS tidak merubah Fed Funds Rate, tetap pada 2.00 – 2.25% sebagaimana yang telah diperkirakan. Pernyataan FOMC tidak memberikan perubahan yang signifikan seperti pertemuan sebelumnya. Partisipan pasar terus melihat kenaikan tingkat bunga kemungkinan besar akan terjadi pada bulan Desember.

Mendekati akhir sesi dari perdagangan AS, dolar AS memperoleh momentum yang bisa meningkatkan tekanan “bearish” terhadap emas. Sebegitu jauh, emas terus diperdagangkan diantara $1,222 dan $1,225 namun resiko kelihatannya cenderung turun.

Secara tehnikal, penurunan harga emas akan menemukan “support” terdekatnya di area $1,220. Apabila berhasil menembus turun lebih lanjut, akan berhadapan dengan “support” berikutnya di $1,210 dan di $1,210. Apabila harga penutupan bisa berada dibawah $1,208, hal ini akan memberikan signal perlanjutan penurunan, yang menunjukkan bahwa puncak yang potensial telah dicapai pada bulan lalu di $1,243.

Arah naik akan berhadapan dengan level relevan yang terdekat di $1,227 dan berikutnya di area $1,235. Penutupan yang signifikan diatas $1,235 bisa membuka pintu untuk mengetes ketinggian bulan Oktober dan juga untuk $1,250, karena akan bisa menembus rintangan yang kuat yang membatasi kenaikan pada bulan lalu dan juga selama beberapa hari belakangan ini. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Emas Gagal Mempertahankan Keuntungan Hariannya Dan Mundur Ke $1,225

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas dan perak sempat naik secara moderat pada awal perdagangan sesi AS hari Selasa, di dorong oleh kejatuhan yang tajam dari indeks dolar AS pada hari Rabu kemarin.

Emas berjangka bulan Desember sempat diperdagangkan naik $7.10 per ons pada $1,233.40. Perak Comex bulan Desember sempat diperdagangkan naik $0.175 pada $14.675 per ons.

Meskipuna pada hari Rabu kemarin, emas sempat naik pada awalnya sampai ke $1,236 dan mengetes ketinggian mingguan pada puncaknya, namun gagal untuk menembus lebih tinggi dan tertarik balik kebawah, menghapus semua keuntungan harian. Harga emas turun menjadi $1,225 selama sesi Amerika Serikat dan mendekati akhir dari hari perdagangan dan bertengger di dekat kerendahan dengan nada yang negatif dan datar untuk hari itu.

Emas tertarik kebawah dengan dolar AS mengalami pemulihan diseluruh negeri ditengah rally di Wall Street dan dengan imbal hasil AS bergerak keatas kembali. Emas tetap berada dibawah $1,230 selama konferensi pers Presiden AS Donald Trump.

Pemilihan pertengahan tahun AS pada hari Selasa muncul sebagaimana yang telah diperkirakan oleh banyak orang dimana Republikan memelihara kontrol atas Senat tetapi Demokrat memperoleh control atas DPR. Dunia pasar nampaknya nyaman dengan Kongres AS yang terbelah dua dan kemungkinan terjadi kemacetan atas peraturan baru yang utama selama dua tahun ke depan.

Banyak orang percaya bahwa pemilihan tengah tahun AS yang baru selesai berlangsung kemarin adalah referendum atas “performance” dari Presiden Trump. Banyak orang mengatakan bahwa pemilihan Kongres AS tidak memberikan hasil yang terlalu buruk bagi Trump, memberikan catatan bahwa sejarah menunjukkan partai yang tidak berkuasa cenderung mendapatkan hasil yang lebih baik di dalam pemilihan tengah tahun.

Dolar As semula mengalami penurunan yang solid setelah selesainya pemilihan, karena sudah ada tanda-tanda setiap proposal kebijakan fiskal yang baru dari Trump yang pro-pertumbuhan dan pro-bisnis akan seperti dibenamkan dalam lumpur oleh Kongres dan akhirnya mati. Namun mengakhiri hari Rabu kemarin, dolar AS mengalami pemulihan diseluruh negeri ditengah rally di Wall Street dan dengan imbal hasil AS bergerak keatas kembali.

Pasar saham global bercampur mengarah menguat semalam, dengan saham-saham Eropa kebanyakan naik dan saham-saham Asia bercampur. Indeks saham AS mengarah lebih tinggi secara solid pada pembukaan perdagangan sesi New York.

Sekarang perhatian tertuju kepada pernyataan dari FOMC yang akan dirilis pada hari ini. Diperkirakan tidak akan ada perubahan dalam tingkat bunga bulan ini dan kata-kata yang digunakan oleh the Fed akan diamati dengan teliti.

Secara tehnikal, penurunan harga emas lebih lanjut akan berhadapan dengan “support” pada $1,219, $1,211 dan $1,203 sedangkan kenaikan harga emas akan berhadapan dengan “resistance” pada $1,236, $1,243 dan $1,251. Rifan Financindo.

 

Sumber : Vibiznews

Menunggu Hasil Pemilu Paruh Waktu AS, Harga Emas Naik

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas naik tipis pada perdagangan Selasa karena investor mencari perlindungan dari ketidakpastian hasil pemilu paruh waktu AS.

Mengutip Reuters, Rabu (7/11/2018), harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.234,94 per ounce pada pukul 13.14 siang waktu New York. Sementara harga emas berjangka AS naik 0,4 persen pada USD 1.236,50 per ounce.

“Skenario yang paling tinggi saat ini adalah Partai Republik bisa mempertahankan House of Representatives (majelis rendah, serupa DPR) dan Senat (majelis tinggi, serupa DPD). Ini bisa menjadi negatif untuk emas,” kata Hussein Sayed, kepala analis FXTM.

Sedangkan untuk skenario sebalikya bisa mengirim pasar ekuitas jauh lebih rendah sehingga meningkatkan harga emas. “Ketidakpastian seperti itu membuat emas tetap stabil saat ini. ” tambah Hussein.

Jajak pendapat dan prediksi menghasilkan Partai Demokrat akan bisa mengamankan 23 kursi minimum yang mereka butuhkan untuk merebut mayoritas di Dewan Perwakilan AS. Dengan langkah ini maka Partai republik akan memungkinkan untuk menghalangi agenda legislatif Presiden Donald Trump dan menyelidiki pemerintahannya.

Investor juga menunggu pertemuan dua hari Federal Reserve mulai Rabu untuk mengukur prospek kebijakan moneter AS.

Suku bunga AS yang lebih tinggi cenderung mendorong penguatan dolar AS dan membuat emas lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya.

Perdagangan Sebelumnya
Pada perdagangan sehari sebelumnya, harga emas juga turun karena investor mengambil beberapa keuntungan menyusul reli baru-baru ini, tetapi logam diperdagangkan dalam kisaran sempit menjelang pemilihan kongres Amerika Serikat (AS).

“Pasar hanya tenang menjelang pemilihan jangka menengah (AS) dan orang-orang menunggu untuk melihat bagaimana hal itu akan terjadi setelah besok,” kata Bob Haberkorn, ahli strategi pasar senior di RJO Futures.

Investor mengawasi hasil pemilihan paruh waktu AS yang dapat memicu minat emas sebagai lindung nilai terhadap risiko jika hasilnya memicu volatilitas di pasar keuangan yang lebih luas.

Jajak pendapat menunjukkan peluang kuat bahwa Partai Demokrat dapat memenangkan kendali di DPR pada pemilihan paruh waktu 6 November.

Pedagang emas juga menunggu pertemuan Bank Sentral AS atau Federal Reserve (the Fed) minggu ini untuk mengukur prospek kebijakan moneter AS.

“Tidak ada yang mengharapkan the Fed menaikkan suku bunga minggu ini. Kemungkinan besar akan terjadi bulan depan. Emas akan mengalami kesulitan untuk menggalang pertemuan Fed berikutnya pada Desember,” kata Haberkorn.

“Jika pidato the Fed (minggu ini) sama hawkish seperti sebelumnya maka mengapa harus panjang dan melawannya. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6