PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Category Archives: news

Emas Kehilangan Keuntungannya Yang Diperoleh Pada Akhir Minggu Lalu

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas dan perak turun sedikit pada awal perdagangan sesi AS pada hari Senin kemarin, turun karena koreksi setelah keuntungan yang besar yang dibukukan pada hari Jumat minggu lalu yang menghasilkan penutupan yang tinggi secara mingguan dan “bullish” secara tehnikal.

Emas berjangka bulan April terakhir turun $4.30 per ons pada $1,295.10. Perak Comex bulan Mei terakhir turun $0.044 pada $15.305 per ons.

Pasar saham Asia dan Eropa bercampur semalam. Indeks saham AS mengarah bercampur juga pada saat pembukaan sesi New York dimulai. Dow Jones mengarah turun karena kejatuhan yang besar dalam saham Boeing setelah satu lagi dari pesawat buatannya jatuh di Afrika pada akhir minggu.

Para trader dan investor kebanyakan tetap optimis memulai minggu perdagangan yang baru, setelah data ekonomi yang jelek yang keluar dari Cina dan AS pada akhir minggu lalu. Laporan pekerjaan AS pada hari Jumat minggu lalu menunjukkan penurunan yang tajam di dalam pertumbuhan dari Non-Farm Payrolls, sementara angka-angka impor dan ekspor Cina turun.

Pembicaraan perdagangan AS – Cina nampaknya bergerak lebih mendekat kepada persetujuan formal setelah sebuah laporan pada akhir minggu bahwa kepala bank sentral Cina mengatakan negaranya tidak akan mendevaluasi yuan untuk mendorong ekspor Cina.

Gubernur Federal Reserve AS Jerome Powell, di dalam interview TV yang jarang pada hari Minggu, mengulangi bahwa “outlook” ekonomi AS bagus dan berkata bahwa tidak ada perlunya untuk menaikkan atau menurunkan tingkat bunga pada saat ini.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid di $1,320.00 setelah melewati $1,300.00 dan $1,310.30. sebaliknya obyektif dari penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,275.00 setelah melewati $1,290 dan $1,285.60. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Bakal Berkilau Pekan Ini

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Performa harga emas yang naik pada minggu lalu diprediksi masih terus berlanjut di pekan ini. Seperti diketahui, minggu sebelumnya harga emas berhasil menyentuh level psikologis, yakni USD 1.300.

Dilansir dari FX Empire, harga emas diprediksi naik ke level USD 1.325 pada pekan ini. Membaiknya harga emas juga dipengaruhi oleh kebijakan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau The Fed.

The Fed baru-baru ini mengumumkan kebijakan mereka yang wait-and-see. Inilah yang turut menjadi pendorong membaiknya harga emas pekan depan.

Dalam pidatonya di Universitas Stanford pada Jumat, 8 Maret 2019, Gubernur The Fed Jerome Powell menegaskan bahwa Bank Sentral AS sedang berpegang pada kebijakan wait-and-see dalam perkara suku bunga. Menurutnya, tidak ada alasan urgent yang mengharuskan segera mengubah kebijakan.

“Komite telah mengadopsi pendekatan yang sabar serta wait-and-see,” ujar Powell seperti dikutip Reuters.

Lebih lanjut, FX Empire menjelaskan, apabila Bank Sentral AS justru memilih memangkas suku bunga, maka harga emas pun dapat semakin tinggi.

Skenario terburuk adalah emas turun ke level USD 1.275, karena berpotensi membuka jalan turun ke level USD 1.250. Namun, kemungkinan hal itu terjadi dipandang masih minim.

Harga Emas Antam Melonjak Rp 4.500 per Gram
Seorang teller menunjukan emas batangan di Jakarta, Selasa (15/11). Harga emas batangan atau Logam Mulia milik PT Aneka Tambang Tbk (Antam) hari ini dibuka turun Rp 2.000/gram. (Liputan6.com/Angga Yuniar)

Harga emas PT Aneka Tambang Tbk (Antam) atau harga emas Antammelonjak Rp 4.500 menjadi Rp 660.000 per gram pada perdagangan Sabtu, 9 Maret 2019. Pada perdagangan kemarin, harga emas Antam di posisi Rp 655.500 per gram.

Demikian juga harga pembelian kembali emas Antam atau buyback emas Antam naik Rp 4.000 menjadi Rp 587 ribu per gram. Harga buyback ini adalah jika Anda menjual emas, Antam akan membelinya di harga Rp 587 ribu per gram.

Antam menjual emas dengan ukuran mulai 0,5 gram hingga 1.000 gram. Hingga pukul 08.03 WIB, sebagian besar emas Antam masih tersedia.

Harga emas Antam ini berlaku di kantor Antam Pulogadung, Jakarta. Untuk harga emas antam di gerai penjualan lain bisa berbeda.

Sementara itu, untuk harga emas Antam bercorak batik dengan ukuran 10 gram ditetapkan Rp 6.840.000. Untuk ukuran 20 gram di posisi Rp 13.130.000.

Harga emas Antam sudah termasuk PPh 22 sebesar 0,9 persen. Sertakan Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) untuk memperoleh potongan pajak lebih rendah (0,45 persen). Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

ECB Tunda Kenaikan Suku Bunga Picu Harga Emas Susut

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas dunia beringsut turun, dipicu penguatan Dolar Amerika Serikat (AS) terhadap Euro setelah Bank Sentral Eropa menunda kenaikan suku bunga, tetapi prospek ekonomi bank yang suram membatasi penurunan harga logam mulia.

Melansir laman Reuters, Jumat (8/3/2019), harga emas di pasar spot turun 0,1 persen menjadi USD 1.285,61 per ounce. Harga sempat mencapai USD 1.280,70 pada hari Selasa, terendah sejak 25 Januari. Adapun harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.286,1 per ons.

ECB memangkas perkiraan pertumbuhan dan inflasi 2019 dan menurunkannya untuk tahun 2020 dan 2021. Bank Sentral mengakui jika perlambatan ekonomi Eropa lebih lama dan dalam dari perkiraan sebelumnya.

“Kabar baik bagi emas jika suku bunga secara global tidak bergerak jauh lebih tinggi,” ujar Bart Melek, Kepala Strategi Komoditas di TD Securities di Toronto, dengan mengacu pada pernyataan ECB.

Dia mengatakan, pihaknya percaya jika Dolar AS yang saat ini dan secara historis menguat cenderung menekan harga emas. Tetapi pada level ini, emas masih akan di kisaran USD 1.275 dan  USD 1.285.

Euro melemah terhadap dolar setelah pernyataan kebijakan moneter ECB, yang merupakan kejutan bagi banyak investor. Dolar, diukur terhadap sekeranjang mata uang, naik mendekati puncak tiga bulan.

Jerman, dengan ekonomi terbesar pada zona euro, mengalami stagnasi pada kuartal keempat dan Italia berada dalam resesi besar-besaran. Ini meningkatkan risiko perlambatan sementara akan menjadi penurunan yang lebih tahan lama karena kepercayaan bisnis diliputi oleh aliran berita negatif yang stabil.

Pengumuman ECB menambah kekhawatiran perlambatan global, membantu meningkatkan sentimen keseluruhan untuk bullion. Emas dianggap sebagai penyimpan nilai yang aman selama masa ketidakpastian ekonomi atau politik.

Laporan payroll non-pertanian AS menjadi sinyal kuat tentang kekuatan ekonomi dan bagaimana hal itu akan mempengaruhi kebijakan moneter Federal Reserve.

Ini juga mendukung pembelian emas. China, konsumen logam terbesar di dunia, meningkatkan cadangan emasnya menjadi 60,260 juta ons troy baik di Februari dari 59,940 juta troy ons di akhir Januari.

Adapun harga Palladium turun 0,7 persen menjadi USD 1,527,02 per ounce dan perak turun 0,3 persen menjadi USD 15,03. Perak menyentuh titik terendah USD 14,96, terlemah sejak akhir Desember. Platinum turun 1,9 persen menjadi USD 811 per ons. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Tergelincir karena Penguatan Dolar AS

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas tergelincir pada perdagangan selasa ke level terendah dalam lebih dari lima minggu karena penguatan dolar AS. Mata uang AS menguat karena data ekonomi yang kuat sehingga mendorong kenaikan imbal hasil obligasi AS.

Mengutip CNBC, Rabu (6/3/2019), harga emas di pasar spot tidak berubah di level USD 1.286,50 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun USD 2,80 per ounce menjadi USD 1.284,70 per ounce.

“Dengan prospek akan terjadinya perjanjian perdagangan AS-China dan pelunakan negosiasi Brexit tampaknya menjadi hal yang positif. Orang-orang keluar dari emas dan mengubahnya menjadi saham,” kata Walter Pehowich, Wakil Presiden Eksekutif Dillon Gage Metals.

“Jika ada kesepakatan perjanjian perdagangan maka akan lebih banyak ruang untuk ekuitas dan kemudian kenaikan emas bisa berakhir.” tambah dia.

Pada Jumat lalu, harga emas turun di bawah USD 1.300 per ounce, terluka oleh penguatan dolar AS. Emas telah merosot lebih dari 2 persen bulan ini karena pembicaraan perdagangan antara Beijing dan Washington dipercepat, dengan laporan mengatakan kesepakatan dapat selesai pada pertemuan puncak sekitar 27 Maret.

Pasar saham global menguat di level tertinggi lima bulan menyusul kepastian langkah-langkah stimulus China setelah menurunkan target pertumbuhannya.

Perdagangan Sebelumnya
Pada perdagangan Senin, harga emas juga tertekan karena dolar Amerika Serikat (AS) dan harga saham naik ditopang optimisme tentang kemungkinan kesepakatan perdagangan antara AS dan China, sementara platinum merosot 3 persen karena investor mengambil keuntungan dari reli baru-baru ini.

AS dan China, dua ekonomi terbesar dunia mendekati kesepakatan yang akan menurunkan tarif AS atas barang-barang China senilai setidaknya USD 200 miliar, kata sebuah sumber yang diberi penjelasan tentang perundingan, Minggu.

Dikutip dari Reuters, Selasa (5/3/2019), harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi USD 1.286,94 per ounce. Selama sesi, harga emas turun hingga USD 1.282,5 per ounce, terendah sejak 25 Januari. Harga emas berjangka AS jatuh untuk sesi keenam berturut-turut, turun 0,9 persen menjadi USD 1.287,5 per ounce.

“Ada sentimen risiko di pasar dengan pembicaraan positif AS-China, sehingga emas secara alami menarik kembali pada ekuitas yang kuat, dolar yang kuat dan berita geopolitik yang baik,” kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Futures.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dapat mencapai kesepakatan perdagangan formal pada pertemuan puncak sekitar 27 Maret, Wall Street Journal melaporkan pada hari Minggu.

Pasar global menyambut kesepakatan potensial, karena investor menuju ke aset berisiko, mengurangi permintaan untuk emas.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap mata uang lainnya naik ke level tertinggi 10 hari. Imbal hasil AS yang meningkat mendorong permintaan untuk mata uang tersebut. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Merosot ke Level Terendah dalam 5 Minggu

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas merosot pada hari Senin (Selasa pagi WIB)  ke level terendah dalam lebih dari lima minggu karena dolar Amerika Serikat (AS) dan harga saham naik ditopang optimisme tentang kemungkinan kesepakatan perdagangan antara AS dan China, sementara platinum merosot 3 persen karena investor mengambil keuntungan dari reli baru-baru ini.

AS dan China, dua ekonomi terbesar dunia mendekati kesepakatan yang akan menurunkan tarif AS atas barang-barang China senilai setidaknya USD 200 miliar, kata sebuah sumber yang diberi penjelasan tentang perundingan, Minggu.

Dikutip dari Reuters, Selasa (5/3/2019), harga emas di pasar spot turun 0,5 persen menjadi USD 1.286,94 per ounce. Selama sesi, harga emas turun hingga USD 1.282,5 per ounce, terendah sejak 25 Januari. Harga emas berjangka AS jatuh untuk sesi keenam berturut-turut, turun 0,9 persen menjadi USD 1.287,5 per ounce.

“Ada sentimen risiko di pasar dengan pembicaraan positif AS-China, sehingga emas secara alami menarik kembali pada ekuitas yang kuat, dolar yang kuat dan berita geopolitik yang baik,” kata Bob Haberkorn, Ahli Strategi Pasar Senior di RJO Futures.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dapat mencapai kesepakatan perdagangan formal pada pertemuan puncak sekitar 27 Maret, Wall Street Journal melaporkan pada hari Minggu.

Pasar global menyambut kesepakatan potensial, karena investor menuju ke aset berisiko, mengurangi permintaan untuk emas.

Indeks dolar AS yang mengukur greenback terhadap mata uang lainnya naik ke level tertinggi 10 hari. Imbal hasil AS yang meningkat mendorong permintaan untuk mata uang tersebut.

“Tampaknya selera investor terhadap emas tiba-tiba lenyap,” kata kepala analis ActivTrades, Carlo Alberto De Casa dalam sebuah catatan. “Dari sudut pandang teknis, penurunan harga emas di bawah USD 1.300 membuat ruang untuk penurunan lebih lanjut.”

Pada hari Jumat, kepemilikan SPDR Gold Trust, dana yang diperdagangkan di bursa yang didukung emas terbesar di dunia, turun 1,5 persen, persentase penurunan harian terbesar sejak Desember 2016.

Logam Lain
Platinum merosot 2,5 persen menjadi USD 835,35 per ounce. Logam tetap naik lebih dari 5 persen untuk tahun ini. Palladium, yang mencapai puncak tertinggi sepanjang masa di level USD 1.565,09 pada bulan lalu, turun 1,2 persen menjadi USD 1.527,01.

Kedua logam melihat koreksi teknis, dengan paladium masih di wilayah overbought, kata para analis, menambahkan kenaikan dolar AS juga membebani.

Bank of America Merrill Lynch menaikkan perkiraan paladium, memperkirakan akan mencapai level kunci USD 2.000 pada tahun ini dan harga platinum rata-rata USD 883 untuk periode yang sama.

Sementara harga perak turun 0,8 persen menjadi USD 15,08 per ounce, setelah sebelumnya turun ke level terendah lebih dari dua bulan dari USD 15,02 per ounce. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6