PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Category Archives: artikel

Biar Tak Jadi Petaka Finansial, Atur Rencana Liburan Sejak Awal

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Anda berencana menghabiskan akhir tahun dengan liburan keluarga? Masih ada waktu dua bulan untuk mempersiapkan momen yang menyenangkan bersama keluarga. Mari rencanakan dari sekarang. Tanpa perencanaan yag matang, event liburan justru bisa membawa petaka terhadap urusan keuangan.

Dengan perencanaan keuangan liburan, Anda bisa mendapatkan ancar-ancar berapa dana yang dibutuhkan ketika berlibur bersama keluarga dan orang-orang tersayang. Jangan sampai event liburan justru menjadi petaka finansial karena Anda kehabisan uang.

Untuk libur akhir tahun yang tinggal dua bulan lagi, panduan utama yang harus diperhatikan adalah berapa banyak uang yang bisa Anda alokasikan. Sumber uang ini sebenarnya Anda persiapkan jauh-jauh hari dalam tabungan liburan. Anda juga bisa memproyeksikan dari bonus akhir tahun atau komisi penjualan yang sudah bisa dipastikan akan Anda terima.

Bagaimana dengan cicilan kartu kredit? Beberapa financial planner masih memberi toleransi utang kartu kredit untuk membeli tiket pesawat sejak beberapa bulan sebelum liburan akhir tahun. Namun mereka tidak menyarankan cicilan itu masih disisakan setelah liburan berlalu.

Nah, berikut ini tips menyiapkan dana liburan dikutip dari Danaxtra.com, Senin (20/11/2017):

Sepakati Destinasi Liburan Keluarga

Apakah anak-anak ingin ke Bali atau Jogja, sementara pasangan ingin ke Singapura, dan Anda sendiri sejak lama bercita-cita keliling Eropa, penentuan destinasi liburan tentu saja sangat tergantung dari berapa banyak dana yang bisa Anda sediakan.

Agar rencana liburan keluarga Anda rapi dan berjalan sesuai rencana, lakukan riset kecil-kecilan seputar destinasi yang akan dituju. Cari informasi sedetil-detilnya seputar lokasi itu, akomodasi, penginapan, pusat kuliner dan oleh-oleh, harga dan pernik-pernik perjalanan lainnya.

Gali semua hal yang berhubungan dengan keperluan liburan Anda. Anda bisa melakukannya dengan membeli travel book atau browsing ke berbagai situs wisata atau traveling.

Selain itu, Anda juga menanyakan pengalaman teman atau membaca artikel dari travel blogger yang sudah terlebih dahulu melakukan perjalanan ke destinasi tersebut.

Buat Rencana Pengeluaran Liburan Keluarga yang Realistis

Akan sangat bijak jika Anda mengalokasikan dana lebih untuk pos pengeluaran yang dirasa penting. Demikian juga sebaliknya untuk pos yang kurang penting. Intinya adalah memilih kombinasi terbaik bagi keluarga Anda.

Sebagai gambaran, Anda bisa mempertimbangkan komposisi anggaran liburan dari Danaxtra berikut:

Alokasi dana

25 persen untuk Transportasi Liburan Keluarga

Ini komponen yang sangat penting. Anda sebaiknya mempersiapkan biaya transportasi sebesar 25 persen dari seluruh perencanaan keuangan liburan keluarga Anda. Akan lebih aman jika Anda membeli tiket round-trip. Dengan demikian, jika Anda terlewat untuk berbelanja dan kehabisan uang, Anda masih bisa pulang.

Untuk mendapatkan tiket pesawat murah, Anda barus rajin-rajin berselancar di dunia maya. Pasalnya, beberapa maskapai penerbangan sekarang semakin memaksimalkan pemesanan tiket online.

Selain itu Anda juga bisa mendatangi travel fair yang diselenggarakan oleh beberapa maskapai penerbangan. Dalam event seperti itu, biasanya pihak maskapai banyak menawarkan promo liburan/perjalanan.

20 Persen untuk Penginapan Liburan

Nomor dua terpenting yang harus direncanakan dalam liburan keluarga adalah biaya penginapan. Alokasikan besarnya 20% dari total anggaran liburan Anda. Carilah penginapan melalui internet sebelum berangkat, sehingga Anda bisa mengestimasi biaya yang akan dikeluarkan.

Jika Anda akan lebih banyak berada di luar kamar, tidak ada salahnya memilih penginapan yang bertipe bed & breakfast. Tipe hotel ini memberikan harga lebih murah ketimbang hotel berbintang.

15 Persen untuk Makanan

Kulineran adalah salah satu aktivitas yang menyenangkan selama liburan. Anda pasti ingin mencicipi makanan khas destinasi yang Anda kunjungi, bukan?

Untuk keperluan ini, alokasikan biaya makan sebesar 15% dari seluruh anggaran liburan keluarga Anda. Biaya makan harus dicadangkan sebanyak biaya makan satu hari, yang dikali jumlah dari hari selama Anda berlibur.

Apabila tempat liburan Anda membutuhkan waktu tempuh kurang lebih sehari, perlu Anda persiapkan biaya makan selama perjalanan tersebut.

15 Persen untuk Rekreasi

Tujuan utama berlibur ke suatu tempat pasti obyek wisatanya, bukan? Tetapkanlah anggaran untuk rekreasi, kemudian sesuaikan dengan tujuan atau tempat rekreasinya. Apabila biaya ke tempat rekreasi itu ternyata di luar anggaran rekreasi, sebaiknya mencari alternatif tempat lain yang tak kalah menarik.

Untuk meminimalisir biaya keuangan saat liburan, sebaiknya Anda mendatangi tempat rekreasi yang baru dibuka.

15 Persen untuk Oleh-Oleh

Sebaiknya Anda membuat daftar siapa saja yang akan dibagi oleh-oleh. Karena tidak mungkin Anda membelikan semua orang yang Anda kenal karena akan membuat pengeluran membengkak. Dengan daftar tersebut, Anda bisa lebih fokus dalam membuat perencanaan keuangan liburan.

10 Persen untuk Biaya Tak Terduga

Biaya cadangan ini untuk menghindari kurangnya dana liburan, yang sudah dianggarkan karena ada kejadian tak terduga selama liburan. Rifanfinancindo.

 

 

 

Sumber : Liputan 6

7 Tren Bidang Usaha yang Prospektif di Tahun 2018

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Ibarat musim buah-buahan, tren bisnis berubah cepat setiap tahun. Kamu tentu tak bisa membeli buah durian dengan harga murah sepanjang tahun. Tapi, hal ini bisa diprediksi dengan mengamati jadwal panen. Selayaknya buah, tren bisnis pun bisa kita prediksi.

Dikutip dari Swara Tunaiku, ini 7 bidang usaha yang diprediksi ngetren di 2018:

1. Usaha foodtruck

Foodtruck dengan desain unik mampu menarik hati pelanggan. Pada 2018, usaha ini diprediksi semakin diminati. Dalam menjalani bisnis ini, kamu dituntut untuk berinovasi agar enggak kalah saing mengingat usaha ini semakin populer di kalangan pebisnis.

Tren makanan yang berubah cepat juga menuntutmu untuk jeli dalam menentukan produk yang akan dijual. Kamu juga wajib mendesain kendaraanmu seunik mungkin agar mampu menarik konsumen untuk mampir.

2. Usaha kuliner kreatif

Pernah mencicipi bakso beranak? Bakso ini berukuran yang sangat besar dan diisi dengan bakso kecil-kecil di dalamnya. Karena baksonya seperti memiliki anak, maka kuliner ini pun dinamakan bakso beranak.

Bisnis kuliner kreatif semacam juga diprediksi sukses di tahun mendatang. Jika kamu tak mau ketinggalan usaha ini, cobalah berinovasi untuk mengubah menu kuliner biasa menjadi lebih menarik. Kamu dapat berkreasi lewat nama, rasa, bentuk, maupun jenis paduannya. Tak hanya itu, branding juga harus diperkuat.

3. Bisnis affiliate

Kalau kamu suka dengan usaha kreatif, cobalah melakukan bisnis affiliate. Lewat bisnis ini, kamu cukup mempromosikan produk yang dijual orang lain dan mendapatkan ‘komisi’ dengan sistem affiliate.

Sebagai contoh, jika seorang blogger dengan jumlah pengikut ribuan orang dapat memasang banner affiliate pada artikel blognya. Komisi akan diperoleh setiap kali ada yang pengunjung yang mengeklik banner tersebut. Sederhana, ‘kan? Kamu cukup membutuhkan ketelatenan dan kreativitas.

4. Usaha emas

Investasi emas memiliki risiko yang tak terlalu besar. Usaha emas batangan seperti Antam ini cukup menjanjikan karena harganya yang terus naik setiap tahun. Memang, keuntungannya belum terasa dalam jangka pendek.

Tapi, bersabarlah sekitar 5 tahun saja agar keuntungan yang kamu dapatkan dapat meningkat pesat. Anggaplah emas tersebut sebagai tabungan dan modal investasimu.

5. Bisnis mobil bekas

Permintaan mobil bekas diprediksi akan meningkat di 2018 seiring bertambahnya jumlah masyarakat kelas menengah di Indonesia. Mobil bekas adalah pilihan yang pas bagi golongan kelas menengah untuk berkendara dengan nyaman tanpa harus menguras isi dompet.

Bisnis ini sangat cocok untuk para pensiunan yang tertarik untuk berkecimpung di dunia wirausaha. Teliti dulu kondisi mobil dan kelengkapan suratnya sebelum membeli agar kamu bisa menjualnya dengan harga tinggi.

6. Jasa cleaning service

Usaha ini tampaknya jarang diminati. Padahal bisnis ini cukup menjanjikan. Pasalnya, banyak perusahaan maupun rumah tangga yang kesulitan mencari tenaga cleaning service yang berkualitas dan tepercaya.

Soalnya, tak sedikit tenaga cleaning service di Indonesia yang tergiur untuk bekerja di luar negeri karena iming-iming standar gaji yang tinggi. Dari situ, kamu bisa mengambil ceruk pasar dengan sedikit inovasi layanan.

7. Bisnis start-up

Seiring majunya teknologi digital, perkembangan bisnis startup di Indonesia pun kian melejit. Kamu pun jangan mau kalah untuk membangun perusahaanmu sendiri. Pandai-pandailah menemukan solusi atas permasalahan yang ada di masyarakat, sekaligus membaca tren yang menyertainya.

Kalau perlu, gandenglah investor untuk membantu mendanai usahamu. Bukan mustahil perusahaanmu mampu eksis di lini depan dalam beberapa tahun lagi jika kamu punya sistem bisnis yang tepat.

Prospek tren bisnis di atas bisa menjadi gambaran kamu dalam memulai usaha baru di tahun 2018. Mana yang membuat kamu tertarik? PT Rifan Financindo.

 

 

 

 

Sumber : Liputan 6

Orangtua Perlu Rahasiakan 6 Informasi Keuangan Ini kepada Anak

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Ketika memiliki anak juga penting mengajarkannya soal keuangan. Pelajaran mendasar soal uang akan membantu anak untuk mengelola keuangan mulai dari menabung, belanja, dan bahkan investasi.

Akan tetapi, ada banyak hal soal keuangan keluarga yang semestinya anak tidak perlu tahu meski mereka penasaran. Informasi soal pendapatan, utang dan belanja dapat membingungkan bagi anak terutama masih kecil.

Anak dapat saja tidak sengaja membocorkannya, padahal keuangan keluarga mesti rahasia. Namun, anak yang sudah memasuki usia remaja dapat keuntungan belajar dari situasi keuangan orangtuanya.

Mereka dapat mengetahui apa artinya mencari uang. Namun, kalau bagi anak yang masih kecil sebaiknya tidak memberikan informasi soal keuangan. Berikut hal yang sebaiknya anak tidak perlu tahu seperti dikutip dari laman wisebread, Kamis (9/11/2017):

1. Pendapatan

Anak sebaiknya tidak perlu tahu berapa banyak uang yang Anda hasilkan. Yang perlu mereka ketahui adalah kalau Anda mencintai dan merawat mereka dengan kasih sayang. Anak yang masih kecil terutama belum tahu arti nilai uang.

Anak-anak juga memiliki kebiasaan berbicara kepada sesama teman untuk saling membicarakan sesuatu hal. Anda tidak ingin anak menyombongkan diri kepada anak lainnya.

Anak dinilai akan lebih baik belajar kalau kebahagiaan dan keamanan keuangan tidak ada hubungannya dengan pendapatan. Ini sebaiknya belajar mengenai menabung, menjadi amal untuk orang lain dan tentang menghargai apa yang Anda miliki.

2. Utang

Utang dapat menjadi sumber utama masalah dan stres bagi keluarga. Padahal masalah keuangan biasanya orangtua yang pegang dan atasi.Kekhawatiran tentang bagaimana melunasi tagihan kartu kredit dan membayar tagihan utang adalah kekhawatiran Anda, dan bukan anak.

Mungkin ada kejadian ketika Anda harus jujur kepada anak jika ada masalah uang, dan anak yang lebih besar dapat memperoleh manfaat dari pengelolaan uang, kartu kredit dan biaya pinjaman. Akan tetapi selama Anda bisa memberikan dan merawat anak-anak Anda, sebaiknya mereka tidak sadar akan beban keuangan Anda.

3. Biaya rumah

Harga rumah merupakan informasi publik, tapi itu tidak berarti Anda perlu memberitahukannya kepada anak. Salah satu hal yang anak perlu tahu yaitu mengenai perlindungan di rumah.

Adapun apa yang Anda bayar untuk rumah sesuai kemampuan sebaiknya yang tahu hanya orangtua, dan agen real real estate. Sebaiknya tidak terlalu banyak memberitahukan informasi secara detil mengenai utang properti. Jika mereka mendapat petunjuk mengenai utang properti untuk membayar utang maka dapat timbulkan kegelisahan.

4. Harga kado

Anak memiliki cara untuk percaya kalau barang paling mahal selalu yang terbaik. Mereka akan menolak sesuatu jika Anda mendapatkannya dengan diskon besar.

Jadi orangtua sebaiknya tidak menunjukkan nilai barang untuk kado yang diberikan. Dengan menyembunyikan biaya barang yang Anda beli untuk anak, mereka akan lebih evaluasi kelebihan hadiah ketimbang harganya.

5. Biaya hidup saat orangtua bercerai

Jika Anda dan pasangan bercerai, mungkin akan ada pembagian soal tunjangan kepada anak dan sebagainya. Biaya ini biasanya ditentukan oleh pengadilan dan bisa menjadi sumber utama ketegangan antara orangtua.

Sebaiknya anak tidak dibiarkan untuk menyadari setiap drama dan konflik yang dialami orangtua. Mungkin menyenangkan bagi anak kalau mereka tetap mendapatkan dukungan dari orangtuanya.

6. Uang pensiun

Misalkan Anda menabung secara rutin untuk masa pensiun dan memiliki sejumlah uang untuk disimpan. Ketika anak perempuan Anda ingin beli mainan, dan Anda tidak bisa membeli mainan tersebut karena terlalu mahal. Ketika anak tahu mengenai tabungan masa pensiun Anda, mungkin ini akan membingungkan bagi anak. Karena mereka mengetahui kalau Anda punya tabungan dalam jumlah besar tetapi tidak bisa belikan mainan.

Bila seorang anak mengetahui orangtuanya punya tabungan yang besar, ini dapat membuat anak jadi manja dan berbohong untuk mendapatkan hal yang diinginkan. Jadi sebaiknya Anda menyimpan informasi tentang rencana pensiun Anda. Rifan Financindo.

 

 

 

 

Sumber : Liputan 6

10 Hal Penting Ketika Punya Kartu Kredit Pertama Kali

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Kartu kredit dianggap cukup membantu dan memudahkan berbagai pihak dalam bertransaksi. Namun, beberapa orang juga ada yang kerepotan sama kartu kredit karena tidak tahu cara mengelola penggunaannya dengan baik dan benar.

Sebelum mengaktifkan kartu kredit yang sudah Anda terima, ada baiknya memahami hal-hal berikut agar tidak merasa dirugikan di kemudian hari seperti dikutip dari Swara Tunaiku:

1. Memengaruhi riwayat keuangan

Dikutip, kalau Anda nasabah yang bersih dari tunggakan meskipun rutin menggunakan kartu kredit, riwayat keuangan Anda di bank akan baik. Sebaliknya, jika pembayaran selalu menunggak bahkan sampai tidak terbayar, akan sulit bagi Anda untuk bertransaksi selanjutnya.

2. Jenis kartu kredit, “aman” dan “tidak aman”

Kartu kredit terbagi menjadi dua jenis, kartu kredit yang biasa dan “secured”. Pada kartu kredit “secured” sudah ada nominal tertentu yang dijadikan deposito. Sehingga ada jaminan sekiranya nasabah tidak membayar sesuai perjanjian. Sebaiknya yang baru menggunakan kartu kredit memilih jenis ini agar lebih aman.

3. Keuntungan pemegang kartu

Seringkali kartu kredit menawarkan hadiah voucher belanja atau potongan pada transaksi lainnya. Sebagai pengguna, Anda punya hak untuk mendapat benefit tersebut. Hanya saja tidak semua info diberikan langsung, maka harus rajin membaca promo atau informasi yang biasanya disampaikan via pesan singkat/email.

4. Berhati-hati dengan bunga

Meminjam uang dari kartu kredit ataupun membeli barang cicilan dengan bunga tertentu akan menambah besar tunggakan tagihan. Oleh karena itu, perhatikan selalu besaran bungan yang ditetapkan tiap transaksi.

5. Bayar sesuai tagihan

Akan jauh lebih merepotkan di kemudian hari jika anda hanya membayar minimum payment di tagihan setiap bulan. Sementara pengeluaran terus meningkat dan tagihan yang dibayarkan seminim mungkin, maka utang pun akan terus membengkak.

6. Berbahaya bagi anak muda

Terutama bagi yang masih belum punya penghasilan sendiri, memegang kartu kredit bisa jadi masalah besar. Rutinitas pergi ke tempat hiburan atau pusat perbelanjaan biasanya jadi lokasi yang paling cepat menghamburkan uang dengan kartu kredit.

Maka, remaja perlu diedukasi dulu sebelum diberikan fasilitas kartu kredit dan sebaiknya diawasi juga pemakaiannya oleh orang tua.

7. Biaya tahunan

Sebelum mengisi formulir pengajuan, pastikan anda sudah bertanya tentang biaya tahunan kartu kredit. Biaya ini tidak terlalu besar, tapi akan tetap berpengaruh pada pengeluaran, apalagi kalau memiliki kartu kredit lebih dari satu.
2 dari 3 halaman
Selanjutnya

8. Pembayaran tepat waktu

Selain membayar sesuai tagihan, bukan sesuai minimum payment, sebagai pengguna kartu kredit juga anda harus disiplin untuk membayar setiap bulannya. Hindari penundaan membayar ke bulan-bulan berikutnya karena akhirnya harus tetap dibayar juga.

9. Perhatikan limit

Pakailah kartu kredit sesuai kebutuhan. Jika tidak ada kebutuhan mendesak yang harus dibeli dengan kartu kredit, maka tidak usah digunakan. Pemakaian ini terkait limit yang dimiliki tiap kartu, tentu tidak harus dihabiskan limit yang ada setiap bulannya.

10. Sistem pembayaran

Poin terpenting dari pemakaian kartu kredit adalah ketahui sistem pembayaran tagihan, keuntungan, dan konsekuensi dari setiap bentuk transaksi. Pastikan kartu kredit anda bisa bermanfaat dan bukan menambah beban keuangan.

Gaji Naik, Pengeluaran Ikut Bertambah? Lakukan 5 Siasat Ini

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Wajar, sih, sebenarnya kalau kamu ingin membahagiakan diri serta menghadiahi dirimu sendiri atas kerja keras yang sudah kamu lakukan. Cuma, kalau enggak ada remnya, kebiasaan tersebut akan membuatmu susah sendiri nantinya.

Kenapa? Karena kalau keinginan semacam itu terus-terusan dituruti, selama uang kamu belum habis, kebiasaan itu juga enggak akan habis. Kamu pasti punya deh teman yang begitu. Gajinya di atas rata-rata, tapi enggak bisa nabung. Atau, bahkan itu kamu sendiri?

Nah, untuk menjaga gaji enggak cepat musnah, berikut ada beberapa kebiasaan yang bisa kamu lakukan seperti dikutip dari Swara Tunaiku:

1. Segera lunasi utang!

Kedengarannya memang agak aneh. Bukannya kalau dipakai buat bayar utang, gajinya jadi makin cepat habis? Iya betul sih. Tapi, semakin cepat kamu melunasi utangmu, semakin cepat juga kamu bisa mengamankan uangmu di masa mendatang. Makin cepat dilunasi, makin kecil juga jumlah bunga yang perlu kamu bayarkan.

Kalau kamu memiliki beberapa utang, prioritaskan membayar utang yang bunganya paling besar. Kalau kamu pernah meminjam uang dari saudara, sahabat, atau rekan kerja, jangan lupa juga untuk melunasinya.

Kamu enggak mau kan hubungan kamu dengan orang terdekatmu jadi renggang karena masalah utang?

2. Siapkan pos-pos keuangan

Kebiasaan yang satu ini juga enggak kalah pentingnya. Kalau gajimu naik, mulailah berpikir untuk menabung dana pensiun. Misalnya, lewat Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK) yang sekarang tersedia di bank-bank maupun perusahaan asuransi jiwa.

Dana pendidikan anak itu jangan sampai enggak disiapkan. Biaya sekolah dan kuliah itu akan terus naik setiap tahunnya.

3. Pertahankan gaya hidup

Biasanya, gaji naik, gaya hidup juga ikut naik. Hal yang seperti ini harus benar-benar kamu hindari. Jangan karena gaji kamu naik terus enggak bisa lagi makan di warteg. Membeli barang yang kamu inginkan enggak masalah sesekali, tapi jangan sampai anggaran kamu jebol.

Pertahankan gaya hidup dan pengeluaran bulananmu sebelum naik gaji. Tak harus beli kendaraan baru kalau yang lama masih layak pakai. Enggak perlu setiap hari ke restoran kalau biasanya makan di warteg pun enggak masalah. Masih banyak cara untuk memanfaatkan uangmu.

4. Berinvestasi

Tentunya setiap orang ingin uangnya bisa bertambah banyak tanpa perlu bekerja tambahan. Hal itu bisa sebenarnya dilakukan. Yang pasti hal itu enggak mungkin terjadi kalau kamu menghabiskan uangnya untuk hal yang konsumtif.

Kalau kamu ingin uangmu tambah banyak tanpa bekerja, mulailah berinvestasi. Carilah investasi yang cocok denganmu.

5. Sediakan dana darurat

Yang ini sepertinya enggak begitu dipikirin oleh orang kebanyakan, apalagi kalau masih sendiri, belum ada tanggungan. Bukannya ingin menakut-nakuti, tapi kan kamu enggak tau kapan musibah menghampiri hidupmu.

Tiba-tiba kendaraan kamu rusak dan butuh biaya perbaikan, bagaimana? Lain waktu ponselmu yang rusak dan harus ganti baru, bagaimana? Kalau itu masih biasa saja menurut kamu, bagaimana kalau tiba-tiba kamu di-PHK dari pekerjaan?

Daripada kelabakan cari tempat berutang, ada baiknya kamu memulai menyiapkan dana darurat dari sekarang. Lebih baik mencegah daripada mengobati. Itu beberapa tips yang kamu bisa terapkan ketika menerima kenaikan gaji.

Kamu punya tips lain yang kira-kira berguna juga? Bagikan di  kolom komentar, ya, siapa tahu berguna juga bagi yang lain. Rifanfinancindo.

 

 

 

Sumber : Liputan 6