PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Cara Mengatur Keuangan dengan Profesional

 

PT. Rifan Financindo Berjangka, Jakarta – Mengatur keuangan dengan baik adalah salah satu hal yang paling penting dalam suatu kehidupan. Terutama bagi Anda pemuda yang sudah mulai bekerja.

Baik itu yang sudah berpenghasilan besar ataupun yang masih berpenghasilan pas-pasan, cara mengatur uang dengan baik dan benar tetap akan menjadi hal yang sangat penting demi kehidupan yang lebih baik.

Terutama bagi Anda yang sudah berkeluarga, mengatur keuangan dengan baik dan benar sangatlah dibutuhkan.

Sebaliknya, apabila Anda tidak mengatur keuangan dengan baik dan benar, bukan tidak mungkin keluarga Anda pun akan bermasalah dan akan menjadi beban bagi setiap anggota keluarga lainnya.

Mengutamakan kebutuhan primer adalah salah satu cara terbaik yang bisa Anda lakukan dalam mengatur keuangan. Oleh karena itu, berikut beberapa cara lainnya yang bisa Anda lakukan dalam mengatur keuangan dengan profesional demi hidup yang lebih baik, seperti dikutip dari www.cermati.com, Senin (13/6/2016):

1. Tujuan Uang Anda

Hal pertama yang harus lakukan adalah dengan menetapkan apa tujuan penggunaan dari uang Anda dan juga apa tujuan Anda menabung atau berinvestasi.

Dengan mengetahui tujuan dari uang tersebut, Anda bisa lebih termotivasi dalam menahan diri untuk menggunakannya hanya untuk keperluan tersebut saja dan tidak menggunakan untuk hal-hal yang tidak penting lainnya.

2. Membuat Catatan Keuangan

Hal kedua yang bisa Anda lakukan adalah dengan membuat catatan keuangan. Banyak orang yang bilang catatan keuangan hanyalah diperlukan untuk para wirausahawan saja. Namun, ternyata bagi pekerja perorangan pun, laporan keuangan sangatlah dibutuhkan.

Hal ini dilakukan agar Anda bisa melihat dengan jelas ke mana uang Anda hilang dan juga agar bisa membandingkan antara pemasukan dan juga pengeluaran setiap bulan.

 

3. Melakukan Perbandingan

Bagi Anda yang gemar berbelanja, melakukan perbandingan bisa menjadi suatu hal yang sangat penting sebagai cara dalam mengatur keuangan agar tetap sehat.

Kini, banyak sekali toko yang menjual barang yang sama namun dijual dengan harga berbeda-beda. Walaupun selisih harga yang tertera hanya kisaran Rp 500-Rp 2000saja, perbedaan ini bisa menjadi sangat penting dalam kesehatan keuangan Anda. Memilih barang dengan kualitas tinggi dan harga yang relatif lebih murah tentu adalah solusi dari permasalahan ini.

4. Meminjam Dana Apabila Diperlukan

Di zaman? yang sudah serba mahal ini tentu saja akan membuat Anda kesulitan dalam membeli sebuah barang. Sebut saja rumah, motor, Handphone, ataupun mobil. Tentu saja meminjam dana ke pihak bank adalah solusi yang paling tepat.

Namun, Anda harus bisa mengatur keuangan agar tidak kewalahan dalam membayar cicilan setiap bulannya. Kegagalan dalam mengatur uang ketika memiliki utang bisa menjadi malapetaka bagi Anda.

Selain terlilit utang, Anda pun memiliki kemungkinan untuk membayar bunga yang sudah diterapkan oleh pihak peminjam dana. Bunga inilah yang kerap membuat kesehatan keuangan seseorang terganggu.

5. Cari Pendapatan Lebih

Masalah lainnya biasanya datang dari pendapatan yang tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Anda. Apabila masalah ini terjadi pada Anda, berarti memang sudah saatnya untuk mencari pendapatan dari bidang lain, selain pekerjaan utama yang ada saat ini.

Poin ini sebenarnya berhubungan dengan poin sebelumnya. Meminjam dana ke pihak Bank dan memulai sebuah usaha bisa menjadi solusi dari permasalahan ini. Namun, sekali lagi, Anda harus pintar dalam mengatur keuangan.

6. Buat Dua Jenis Rekening

Masih berhubungan dengan poin-poin sebelumnya, Anda sangat disarankan untuk membuat dua jenis rekening. Rekening pertama bisa Anda gunakan untuk menyimpan dana kebutuhan, dan yang satu lagi bisa untuk menyimpan dana usaha serta tabungan pekerjaan Anda.

Hal ini bisa Anda lakukan agar lebih mudah dalam mengatur keuangan pribadi dan juga keuangan usaha.

Pentingkan Prioritas

Pada akhirnya, kunci dari mengatur keuangan adalah dengan mengedepankan prioritas terlebih dahulu dari pada kebutuhan-kebutuhan tambahan lainnya. Selain melakukan keenam hal tersebut, Anda pun harus bisa memilih mana saja lah yang merupakan kebutuhan primer dan mana pula yang merupakan kebutuhan sekunder dan tersier. (Ahm/Ndw)

 

Sumber : Liputan 6