PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Bursa Jepang Tertohok Melemah oleh Sentimen Jual Sektor Energi

Jum’at, 10 Oktober 2014

Pada perdagangan di bursa saham Jepang hari ini terjadi pelemahan yang cukup signifikan (10/10). Bursa saham Jepang mengalami tekanan jual pada perdagangan terakhir pekan ini setelah bursa Wall Street ditutup dengan aksi jual yang marak di sektor energi. Para investor dilanda kekhawatiran mengenai melambatnya pertumbuhan ekonomi di Eropa.

Aksi jual di bursa saham Amerika Serikat dan Eropa muncul setelah data ekspor Jerman menunjukkan penurunan sebesar 5.8 persen pada bulan Agustus lalu. Penurunan ekspor tersebut merupakan yang terbesar sejak Eropa dilanda krisis keuangan.

Pagi ini Nikkei mengalami pembukaan pada level terendah dalam dua bulan. Indeks benchmark di bursa Jepang ini telah mengalami penurunan selama tiga sesi berturut-turut. Yen kembali mengalami penguatan terhadap dollar AS yang turut menekan saham-saham eksportir.

Saham produsen otomotif seperti Mitsubishi Motors dan Isuzo Motors tampak mengalami penurunan tajam masing-masing sebesar lebih dari 3 persen. Casino Computer mengalami anjlok sebesar 4 persen.

Produsen sektor energy mengalami tekanan jual pada perdagangan Jumat pagi ini setelah harga minyak mentah Brent mengalami penurunan ke bawah level 90 dollar per barel malam tadi. AOC Holdings dan JGC Corporation mengalami penurunan masing-masing sebesar 2 persen.

Hari ini indeks spot Nikkei tampak mengalami penurunan signifikan di awal perdagangan. Indeks Nikkei terpukul sebesar 148.04 poin atau setara dengan 0.96 persen dan berada di level 15330.89 poin. Nikkei sempat melempem sebesar 1.3 persen.

Indeks berjangka Nikkei pagi ini dibuka pada posisi 15260 poin. Indeks berjangka dibuka turun signifikan sebesar 55 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka di bursa saham pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami penurunan lanjutan di tengah kuatnya sentimen negatif pada perdagangan di Asia. Indeks berjangka berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 15200 ? 15400 poin.

Sumber : Vibiznews

Ika Akbarwati/Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research/VM/VBN?
Editor: Jul Allens
Foto: Wikipedia