PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Bursa Jepang Libur, Indeks Saham Asia Variatif

Senin, 3 November 2014

Bursa Saham Asia

PT. Rifan Financindo Berjangka, Bursa saham Asia cenderung bergerak variatif di awal pekan ini. Pengumuman bank sentral Jepang memberikan stimulus pada akhir pekan lalu masih mempengaruhi laju bursa saham Asia.

Indeks saham MSCI Asia Pacific di luar Jepang merosot 0,2 persen dari level tertinggi dalam lima minggu. Demikian mengutip dari laman Reuters, Senin (3/11/2014).

Namun, pergerakan bursa saham Asia cenderung moderat seiring bursa saham Jepang tutup hari ini merayakan libur culture day.
Di awal pekan ini, indeks saham Australia dibuka naik tipis 0,1 persen. Penguatan indeks saham didorong dari saham-saham perbankan.

Pada akhir pekan lalu, bursa saham Australia menguat 0,9 persen telah bank sentral Jepang memberikan stimulus. Adapun saham-saham yang mendorong penguatan indeks saham Australia antara lain saham Westpac Banking Copr naik 0,2 persen setelah melaporkan kinerja sesuai harapan pelaku pasar. Lalu saham Commonwealth Bank of Australia menguat 0,4 persen.

Selain itu, di awal perdagangan saham indeks saham Hong Kong Hang Seng dibuka naik 0,3 persen ke level 24.066,84. Penguatan indeks saham ini diikuti indeks saham Shanghai menguat 0,2 persen ke level 2.425,87 di awal perdagangan saham.

Sementara itu, dolar Amerika Serikat menyentuh level tertinggi terhadap yen seiring bank sentral Jepang memberikan kejutan stimulus. Selain itu, kebijakan baru lainnya diharapkan datang dari zona Eropa.

Di awal perdagangan, dolar terhadap yen menyentuh level 113, dan ini level tertinggi sejak Desember 2007. Bank sentral Jepang menyatakan akan mempercepat pembelian obligasi dan aset lainnya dalam upaya untuk terus mengalahkan deflasi.

“Dengan pertumbuhan relatif tenang, dan inflasi rendah dalam jangka panjang diharapkan bank sentral Eropa juga dapat mengumumkan pembelian obligasi dari pemerintah paling lambat awal tahun depan,” ujar Apolline Menut, Analis Barclays.

Sentimen lainnya yang akan mempengaruhi bursa saham Asia yaitu aktivitas pabrik China yang secara tak terduga ke level terendah dalam lima bulan. Indeks PMI turun menjadi 50,8 pada Oktober dari September 2014 di kisaran 51,1. (Ahm/)

 

Sumber : Liputan 6