PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Bursa Jepang Lanjutkan Pelemahan 2 Hari Berturut-turut

Rabu, 8 Oktober 2014

 

Pada akhir perdagangan di bursa saham Tokyo siang ini indeks Nikkei mengalami penurunan yang signifikan di tengah sentiment negative cukup kencang berembus di Asia (8/10). Hari ini perdagangan di Asia kembali normal karena bursa Tiongkok sudah kembali buka sekembalinya dari liburan panjang.

Data ekonomi yang mengecewakan dari Jerman, ekonomi terbesar di kawasan euro, memukul sentiment di bursa saham global malam tadi. Negara tersebut melaporkan anjloknya industrial production sebesar 4 persen di bulan Agustus. Penurunan ini merupakan yang paling buruk dalam lebih dari lima tahun belakangan.

Bursa saham Jepang Rabu berakhir anjlok tajam dan mencapai posisi paling rendah dalam lebih dari satu bulan belakangan. Nikkei bergerak turun untuk dua hari berturut-turut meskipun yen pagi ini tampak bergerak melemah lagi terhadap dollar AS. Rilis data ekonomi dari Jepang juga cukup baik menunjukkan bahwa surplus transaksi berjalan di bulan Agustus lebih dari ekspektasi.

Saham-saham berbasis mesin mengalami penurunan paling tajam di akhir perdagangan hari ini. Hitachi anjlok lebih dari 3 persen dan saham Komatsu mengalami penurunan sebesar 2 persen.

Hari ini indeks spot benchmark di bursa saham Jepang? terpantau ditutup dengan mengalami penurunan yang signifikan. Indeks Nikkei ambles sebesar 187.85 poin atau 1.19 persen dan berakhir pada posisi 15595.98 poin.

Analyst Vibiz Research Centre memperkirakan bahwa pada perdagangan Kamis besok bursa saham Jepang akan mengalami pergerakan yang dipengaruhi oleh kinerja bursa saham Amerika Serikat dan Eropa nanti malam. Rilis catatan rapat Fed yang akan diumumkan dini hari besok akan menjadi arahan pasar saham Asia karena para investor berharap catatan tersebut akan menunjukkan preferensi bank sentral AS mengenai waktu ideal kenaikan suku bunga acuan.

Sumber : Vibiznews

Ika Akbarwati/Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
Foto: Wikipedia