PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Bursa Jepang Bergerak Menguat Signifikan; Sektor Otomotif Jadi Fokus

Senin, 6 Oktober 2014

Pada perdagangan di bursa saham Jepang pagi hari ini terjadi peningkatan yang cukup signifikan (6/10). Bursa Jepang kembali terangkat didukung oleh nilai tukar yen yang lagi-lagi melemah dan kembali ke kisaran terendah dalam enam tahun belakangan terhadap dollar AS. Beberapa bursa Asia hari ini masih libur, termasuk bursa Tiongkok dan India, sehingga volume perdagangan tampaknya akan relative sepi.

Di samping akibat melemahnya yen, kenaikan di bursa saham Jepang juga disebabkan oleh sentiment positif yang dibawa oleh bursa saham Wall Street. Membaiknya sektor tenaga kerja di AS yang ditandai dengan kenaikan NFP dan turunnya tingkat pengangguran membawa indeks-indeks benchmark di Wall Street ditutup naik lebih dari 1 persen.

Hari ini harga saham Toyota Motor, Mitsubishi Motors dan Honda Motor masing-masing mengalami kenaikan lebih dari 1 persen. Sektor otomotif tetap menguat meskipun beberapa terpaksa menutup operasi pabrik karena saat ini Topan Phanfone sedang menghantam Jepang. Akhir pekan lalu topan tersebut telah memakan korban jiwa satu orang di Osaka.

Hari ini fokus para investor kepada pertemuan bank sentral Jepang yang akan berlangsung selama dua hari. Diperkirakan pada rapat tersebut tidak akan ada perubahan kebijakan yang dilakukan oleh BOJ.

Hari ini indeks spot Nikkei terpantau alami kenaikan signifikan. Indeks spot dibuka menguat sebesar 141.98? poin atau setara dengan 0.90 persen dan berada pada posisi 15850.63 poin.

Indeks berjangka Nikkei 225 mengalami pembukaan pada posisi 15895 pagi ini. Indeks berjangka tersebut mengalami kenaikan sebesar 130 poin dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangan sebelumnya.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan indeks berjangka di bursa saham pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan terbatas. Indeks berjangka berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 15950 ? 15820 poin.

Sumber : Vibiznews?
Ika Akbarwati/Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
Foto: Wikipedia