PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Bursa Hong Kong Dibuka Naik Terbatas Berusaha Lanjutkan Kenaikan Tajam Kemarin

Selasa, 7 Oktober 2014

Sentimen positif cenderung mewarnai perdagangan di bursa saham Hong Kong pagi hari ini (7/10). Bursa saham Hong Kong berusaha melanjutkan kenaikan tajam yang dialaminya pada perdagangan Senin kemarin. Hari ini indeks benchmark bergerak terbatas karena pasar masih menantikan arahan dari bank sentral Australia dan Jepang.

Kondisi bursa saham Asia tampak mixed. masih menantikan arahan yang akan diberikan oleh bank sentral Jepang dan Australia hari ini. Baik BOJ maupun RBA diperkirakan tidak akan mengubah arah kebijakan mereka pada pengumuman hasil rapatnya hari ini. Para pelaku pasar akan mengambil arahan dari pidato yang dilakukan kedua gubernur bank sentral mengenai outlook kebijakan dan ekonomi ke depan.

Aksi demonstrasi di Hong Kong masih menjadi fokus para investor. Para demonstran masih bertahan meskipun terjadi penurunan jumlah yang cukup signifikan. Senin malam lalu persatuan siswa dan petinggi pemerintah setuju untuk melakukan perundingan dan akan melakukan pertemuan formal pertama minggu ini.

Saham-saham unggulan tampak mengalami pergerakan yang masih mixed pagi ini. HSBC tampak melempem sebesar 0.15 hkd ke level 78.95 hkd. Cheung Kong bukukan kenaikan 1.30 hkd menjadi 132.20 hkd. The Wharf Holdings melemah sebesar 0.55 hkd menjadi 56.15 hkd. CLP Holdings tampak naik 0.80 hkd ke level 63.50 hkd.

Hari ini indeks benchmark di bursa saham Hong Kong terpantau bergerak naik tipis saja. Indeks hang seng spot tampak menguat sebesar 23.11 poin atau 0.10 persen dan berada pada posisi 23338.15 poin.

Indeks berjangka hang seng hari ini dibuka pada posisi 23222 poin, turun sebesar 54 poin dibandingkan dengan penutupan perdagangan kemarin.

Analyst Vibiz Research Centre memperkirakan bahwa pergerakan indeks benchmark di bursa saham pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami peningkatan terbatas. Indeks berjangka hang seng berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 23200 ? 23400 poin.

Sumber : Vibiznews

Ika Akbarwati/Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research/VM/VBN
Editor: Jul Allens
Foto: Wikipedia