PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Bursa Asia Melemah Tersengat Sentimen Yunani

Bursa saham Asia bergerak menguat dengan indeks saham acuan MSCI Asia Pacific naik 0,5% pada Senin pekan ini.

 

PT. Rifan Financindo Berjangka, Tokyo – Bursa saham Asia melemah mengikuti gerak bursa saham Amerika Serikat (AS) di awal pekan ini. Pelemahan bursa saham Asia ini juga dipicu dari fokus pelaku pasar terhadap perkembangan bailout Yunani.

Indeks saham MSCI Asia Pacific melemah 0,1 persen menjadi 151,63 pada pukul 09.03 waktu Tokyo. Indeks saham acuan regional ini telah naik 0,9 persen dalam dua hari terakhir didorong sentiken China memangkas suku bunga untuk ketiga kalinya dalam enam bulan.

Indeks saham Jepang Topix sedikit berubah ke level 1.601,04 di awal pekan perdagangan saham. Indeks saham Jepang Nikkei dibuka turun tipis 0,1 persen ke level 19.608,23. Indeks saham Korea Selatan Kospi naik 0,2 persen. Sementara itu, indeks saham Selandia Baru NZX 50 mendaki 0,1 persen, diikuti indeks saham Australia menguat 0,2 persen.

Sementara itu, investor juga bertaruh kalau kenaikan data tenaga kerja Amerika Serikat (AS) tidak akan menyebabkan kenaikan suku bunga. Pada perdagangan saham Senin 11 Mei 2015 membuat reli indeks saham sehingga valuasi saham menjadi 14,4 kali di bursa saham Asia.

“Pasar semakin gugup dengan valuasi. Akan tetapi, Yunani akan menjadi salah satu fokus utama pasar pada pekan ini,” kata Matthew Sherwood, Head of Investment Strategy Perpetual Ltd seperti dikutip dari laman Bloomberg, Selasa (12/5/2015).

Dalam pertemuan Eurogroup, menteri keuangan zona Euro menyambut kemajuan negosiasi antara Yunani dan kreditur. Akan tetapi, menteri keuangan zona Euro mengatakan lebih banyak usaha yang dibutuhkan untuk mencapai kesepakatan reformasi pembayaran utang.

Yunani harus membayar utang sekitar 750 juta euro kepada Dana Moneter Internasional (IMF). Hal ini menjadi kekhawatiran mengingat tidak ada terobosan jelas dalam negosiasi sehingga investor khawatir kalau pemerintah Yunani akan kehabisan dana tunai dan mengalami gagal bayar terhadap utang-utangnya. (Ahm/)

 

Sumber : Liputan 6