PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Bedanya Trader Dan Analis

Jum’at, 29 Agustus 2014

Sering kali trader sedang berbincang-bincang dengan temannya mengatakan harga untuk pair EUR/USD dapat mencapai harga 1.2398 atau GBP/JPY sedang menuju ke titik 123.65. Ada lagi teman-teman trader yang mengatakan harga akan cenderung sideway, atau ada lagi yang mengatakan terjadi konsolidasi. Nah, peristiwa tersebut merupakan gambaran Anda seorang analis, bukan seorang trader. Lalu, bagaimana jika ingin menjadi seorang trader?

Banyak orang yang meramalkan baik menggunakan analisis teknikal maupun analisis fundamental mengenai suatu pair tertentu. Harga akan diperkirakan naik sekian poin, Take Profit (TP) dan Stop Loss (SL) diberikan pada harga sekian, dan didapat gambaran pergerakan trend hari ini, apakah naik atau turun. Hal itu, sebenarnya merupakan pekerjaan seorang analis, yang memang digaji untuk memprediksi dan meramalkan pergerakan pasar. Namun Anda tidak perlu membuat analisa seperti itu, sebab pekerjaan Anda bukan sebagai analis melainkan sebagai seorang trader.

Benar-Benar Trader

Sebagai seorang trader, Anda tidak perlu membuat analisis seperti yang dibuatkan oleh seorang analis. Cukup Anda mempelajari dan mengamati pergerakan harga pada chart serta menganalisisnya sendiri. Fokus pada analisis Anda, ikuti dari rule sistem Anda, serta kembangkan keuntungan dari balance akun Anda. Cukup itu saja.

Jika memang Anda ingin menjadi trader, lupakan pemikiran seperti seorang analis. Seorang trader tak akan pernah tahu harga bergerak ke mana dalam 1 menit ke depan. Namun sebaliknya, analis mampu memprediksi secara menyakinkan kalau harga akan segera masuk ke harga 1.2345 atau ke 2.3456. Padahal yang lebih penting bagi seorang trader adalah bagaimana mengembangkan uang yang telah Anda kumpulkan dari keuntungan trading, sehingga dapat Anda lipat-gandakan sedikit demi sedikit.

Kehatian-hatian dalam faktor analisis trader dengan analisis seorang analis sangat berbeda. Anda menganalisis harga menggunakan uang Anda sendiri sebagai jaminan, sedangkan ketika seorang analis melakukan analisis, maka dia tak akan menanggung kerugian yang seandainya terjadi maka akan diderita oleh akun Anda.

Fakta dan Opini

Ketika Anda mengalami sakit gigi, Anda mencoba merasakan, memperhatikan, dan mencari solusi supaya sakit gigi yang Anda alami segera sembuh. Anda mencoba menerapkan bahwa faktanya adalah memang mengalami sakit gigi, itu sebabnya Anda mencoba mencari kesembuhan. Namun, ketika ada orang lain memeriksa gigi Anda yang sakit, mereka bisa mengatakan kalau sakit Anda akan berlangsung selama sehari semalam, akan membengkak, saraf gigi sudah kena, dan sebagainya.

Begitu juga dengan seorang trader dalam melihat harga, Anda tak perlu meramalkan minggu depan EUR/USD akan melejit naik atau turun tajam. Atau memprediksi market di sesi Eropa nanti akan membentuk double top atau hammer. Anda hanya perlu melihat fakta apa adanya pada market. Jangan pernah mencampur-adukkan harga yang Anda lihat saat ini dengan informasi yang diberikan oleh kaum analis. Karena sesuatu yang terjadi saat ini adalah fakta, sedangkan yang diberikan oleh para analis berupa opini yang dapat dipakai untuk membantu analisis Anda.

Kesimpulan

Analis hanya dapat memprediksi harga di masa yang akan datang, namun tidak menjamin kesalahan dari analisisnya. Sedangkan trader dalam memprediksi hanya bereaksi terhadap harga saat ini dan tidak dapat mengidentifikasi harga di masa yang akan datang. Oleh karena itu, jangan dibingungkan oleh opini analis yang bermacam ragam. Terapkan strategi Anda sendiri sebagai trader secara tepat dengan menggunakan opini analis sebagai bahan pertimbangan saja. Anda juga tak perlu berusaha menduga-duga berapa harga dua bulan mendatang atau bahkan tahun depan, karena Anda bukanlah analis, melainkan seorang trader.

Sumber : Seputar Forex