PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Bankir Waspadai Kenaikan Suku Bunga The Fed

Rifan Financindo

PT Rifan Financindo Berjangka – Kemungkinan naiknya suku bunga bank sentral Amerika Serikat (AS) The Federal Reserve (The Fed) lebih dikhawatirkan kalangan perbankan dibandingkan isu hengkangnya Inggris dari Uni Eropa atau yang dikenal dengan Brexit.

Direktur Utama PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Jahja Setiaatmadja mengungkapkan, dampak The Fed lebih berpengaruh besar terhadap perekonomian Indonesia dibanding Brexit.

Brexit hanya akan berdampak signifikan terhadap negara-negara di Eropa, sementara The Fed pengaruhnya lebih ke global.

“Yang paling berpengaruh itu the Fed, Brexit nggak terlalu berasa, karena dia kan lebih k negara-negar di Eropa saja, kecuali ada sesuatu terjadi dari Asia kayak Jepang atau misalny China, itu bisa berpengaruh besar k kita, sama kayak Fed rate besar pengaruhnya, karena semua orang melototin ke sana,” jelas dia.

Fed Fund Rate (FRR) ini, kata Jahja, juga menjadi salah satu acuan Bank Indonesi (BI) dalam menentukan suku bunga acuanny (BI rate). Jika Fed tetap dipertahankan dalam waktu lama, ada kemungkinan BI rate bisa turun lagi.

“Kalau Fed rate nggak naik-naik, saya kira BI rate bisa turun lagi, sejauh inflasi bisa dijaga rendah,” kata Jahja.

Meski demikian, imbuhnya, perekonomian Indonesia saat ini masih terbilang baik. Fundamental ekonomi masih terjaga. Hal demikian ia sampaikan kepada para investor di AS. – Rifan Financindo

“Belum lama ini saya ketemu 23 investor di LA, saya bilang jangan khawatir terhadap Indonesia, ekonomi masih bagus, saya yakinkan ke mereka jangan goyang, karena ini penting, kita salah satu bank dengan market cap terbesar di Indonesia, jangan sampai investor khawatir,” tandasnya.

 

Sumber : detikfinance