PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Awal Pekan, Bursa Saham Asia Naik Tipis

Bursa saham Asia bergerak menguat dengan indeks saham MSCI Asia Pacific naik 0,1% pada perdagangan saham Jumat pekan ini.

 

PT. Rifan Financindo Berjangka, Jakarta – Bursa saham Asia menguat tipis di awal pekan ini seiring investor menjadi lebih nyaman dengan situasi prospek perbedaan yang lebih besar untuk menghadapi kebijakan moneter global sebelum akhir tahun ini.

Indeks saham MSCI Asia Pasifik cenderung mendatar. Sementara itu, indeks saham Selandia Baru/NZX 50 dan indeks saham Australia/ASX 200 masing-masing naik 0,2 persen. Sedangkan indeks saham Korea Selatan Kospi menguat 0,6 persen. Bursa saham Jepang libur memperingati Labour Thanksgiving. Bursa saham Jepang libur diperkirakan dapat meredam perdagangan di zona Asia.

Adapun sentimen kebijakan bank sentral dari Eropa dan Amerika Serikat (AS) mempengaruhi laju bursa saham Asia di awal pekan ini. Kepala Bank Sentral Eropa, Mario Draghi mengatakan, pihaknya menawarkan langkah-langkah stimulus baru yang akan ditetapkan pada pertemuan 3 Desember 2015.

Sementara itu, bank sentral AS berencana menaikkan suku bunga pada Desember 2015. Hal itu mendukung penguatan dolar AS.

Sebelumnya pimpinan bank sentral AS San Francisco John Williams mengatakan, ada sentimen kuat untuk menaikkan suku bunga pada Desember 2015. Sedangkan pimpinan bank sentral AS St Louis James Bullard mengatakan kenaikan suku bunga bank sentral AS masih bergantung dari data ekonomi.

“Ada sedikit keraguan kalau bulan depan akan menjadi salah satu kunci untuk pasar keuangan menghadapi sejumlah keputusan bank sentral. Menariknya pasar seperti telah bersiap untuk menghadapi perlakuan berbeda dari kedua bank sentral itu,” ujar Ekonom Senior ANZ Bank New Zealand Ltd, Philip Borkin seperti dikutip dari laman Bloomberg, Senin (23/11/2015).

Di pasar keuangan dolar cenderung naik tipis. Indeks dolar AS menjadi 99,66. Sedangkan mata uang AS stabil terhadap yen di kisaran 122,93.Sementara itu, harga emas berada di level US$ 1.076,11 per ounce. Level itu terendah dalam hampir enam tahun. (Ahm/Igw)

 

 

Sumber : Liputan 6