PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Author Archives: rifan financindo

Ketegangan Geopolitik dan Pelemahan Dolar AS Angkat Harga Emas

Mengutip Reuters, pada 9 Mei 2018, harga emas di pasar spot bergerak mendatar di angka USD 1.313,76 per ounce pada pukul 1.32 siang waktu Newa York.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni turun USD 0,40 atau 0,03 persen ke level USD 1.313,70 per ounce.

Presiden AS Donald Trump menarik diri dari kesepakatan nuklir Iran dan membuat ketidakpastian politik sehingga mampu mendorong harga emas. Ketidakpastian geopolitik membuat pelaku pasar memborong emas sebagai instrumen lindung nilai.

Namun, kenaikan nilai tukar dolar AS menahan kenaikan harga emas. Dengan kenaikan dolar AS ini harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang bertransaksi dengan menggunakan mata uang lain.

“Trump menarik diri sehingga harga emas naik. tapi saya ragu itu akan berlangsung lama,” jelas Fawad Razaqzada dari Forex. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Mendatar Usai Dolar AS Sentuh Level Tertinggi

Kenaikan suku bunga yang lebih tinggi mempengaruhi harga emas, karena mereka meningkatkan peluang pemegang investasi non aset, seperti emas batangan.

Indeks dolar AS mencapai puncaknya pada tahun ini, terhadap komoditas setelah data pekerjaan dan upah AS dilaporkan tidak banyak mempengaruhi perekonomian AS dan ini mengakibatkan munculnya harapan kenaikan suku Fed lebih besar.

“Dolar dalam jangka pendek overbought dan emas oversold hari ini. (Harga emas) perlu merebut kembali posisi harga USD 1.322 untuk meningkat,” kata John Caruso, Ahli Strategi Komoditas Senior di RJO Futures. Rifanfinancindo.

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Tergelincir Penguatan Dolar AS

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas tergelincir dipicu penguatan Dolar Amerika Serikat (AS), usai rilis data pekerjaan AS pada minggu lalu meredam optimisme tentang ekonomi terbesar di dunia tersebut. Itu membuat pedagang bertaruh Federal Reserve AS akan melanjutkan rencana kenaikan suku bunganya tahun ini.

Kenaikan suku bunga yang lebih tinggi mempengaruhi harga emas, karena mereka meningkatkan peluang pemegang investasi non aset, seperti emas batangan.

Indeks dolar AS mencapai puncaknya pada tahun ini, terhadap komoditas setelah data pekerjaan dan upah AS dilaporkan tidak banyak mempengaruhi perekonomian AS dan ini mengakibatkan munculnya harapan kenaikan suku Fed lebih besar.

“Dolar dalam jangka pendek overbought dan emas oversold hari ini. (Harga emas) perlu merebut kembali posisi harga USD 1.322 untuk meningkat,” kata John Caruso, Ahli Strategi Komoditas Senior di RJO Futures, seperti mengutip laman Reuters, Selasa (8/5/2018).

Harga emas di pasar spot turun 0,04 persen ke posisi USD 1.314,08 per ounce, sebelum mencapai posisi tertinggi satu minggu di USD 1,318.85. Emas berjangka AS untuk pengiriman Juni juga turun USD 0,60, atau 0,05 persen ke posisi USD 1.314.10 per ounce.

Pasar kali ini juga menipis akibat berlangsungnya hari libur nasional di Inggris,yang menutup meja perdagangan di London.

“Kekuatan dolar, didorong oleh orang Eropa yang kurang hawkish, Bank Sentral dan disparitas imbal hasil obligasi (antara AS dan Eropa), telah membuat emas lebih rendah hari ini, “kata Kepala sekuritas strategi komoditas TD, Bart Melek.

Sementara menurut Analis Commerzbank, Carsten Fritsch,  investor menekan taruhan pada harga emas yang lebih tinggi. “Kebanyakan investor spekulatif melempar handuknya,” tutur dia.

Harga Komoditas Lain
Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah di kawasan euro naik pada Senin, setelah kepala ekonom Bank Sentral Eropa, PeterPraet, mengatakan penurunan tak terduga sebelumnya di inti zona euroinflasi mungkin terjadi satu kali.

Komentar ini membangkitkan imbal hasil obligasi di blok mata uang tunggal tersebut, dari sebelumnya turun di awal.

Sementara itu, harga perak turun 0,1 persen menjadi USD 16,47 per ons. Harga Palladium naik 0,1 persen menjadi USD 967,97 per ons, sebelumnya mencapai level tertinggi sejak 27 April di USD 980.

Harga Platinum naik 0,7 persen menjadi USD 911,90 per ounce, setelah sebelumnya mencapai harga tertinggi sejak 25 April di USD 918.70. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputn 6

Harga Emas Berpeluang Menguat pada Pekan Ini

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Beragam sentimen akan pengaruhi pergerakan harga emas pada pekan ini. Akan tetapi, penguatan dolar Amerika Serikat (AS) menjadi sentimen utama pengaruhi harga emas.

Sejumlah analis dan investor mengharapkan harga emas dapat menguat pada pekan ini. Apalagi masih banyak ketidakpastian di pasar keuangan.

Secara teknikal, harga emas bersiap untuk akhiri pergerakan di zona negatif. Analis melihat, harga emas berada di rata-rata pergerakan selama 200 harian di kisaran USD 1.313,90, dan kemungkinan bertahan.

Pada Jumat pekan lalu, harga emas untuk pengiriman Juni ditransaksikan di kisaran USD 1.314 per ounce. Angka ini turun 0,71 persen dari pekan sebelumnya.

Sementara itu, pergerakan harga perak sedikit menunjukkan penguatan ketimbang emas. Harga perak ditransaksikan di kisaran USD 16.425 per ounce, atau turun 0,11 persen pada pekan lalu.

Harga emas cenderung tertekan didorong dari dolar Amerika Serikat  melonjak. Indeks dolar AS reli empat persen ditransaksikan di kisaran 92,80.

“Meski dolar AS lebih kuat, emas mampu bertahan dalam kisarannya. Saya pikir ada sejumlah kekuatan fundamental dalam emas. Masih banyak ketidakpastian di luar sana, dan masih melihat perlunya safe haven dalam portofolio,” ujar Jasper Lawler, Kepala Riset London Capital Group, seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (7/5/2018).

Berdasarkan analis pasar uang, dolar AS memiliki dua pilar kekuatan. Secara teknikal, pergerakan dolar AS di atas rata-rata pergerakan 200 hari dan didukung fundamental.

Kepala Forexlive.com, Adam Button menuturkan, dolar AS punya ruang bergerak menguat karena tetap menjadi investasi global yang terbaik. “Pasar percaya ekonomi AS kuat dari pada yang terlihat dibandingkan negara lain. Itu akan terus positif untuk dolar AS,” ujar dia.

Sementara itu, Kepala Riset Saxo Bank, Ole Hhansen menuturkan, sebelum reli, dolar AS berada dalam posisi yang tertekan. Namun, hal itu butuh beberapa waktu dan pasar menemukan sejumlah keseimbangan.

Ia menambahkan, tetap yakin harga emas dapat menguat meski dolar AS tetap menguat. Hal itu mengingat masih ada peningkatan defisit pemerintah sehingga menjadi masalah untuk pergerakan dolar AS.

“Ini terlalu dini untuk mencari pembalikan arah di tengah dolar AS menguat. Namun, pada titik tertentu, reli ini akan kehabisan momentum. Saya pikir sekarang saat tepat untuk beli emas. Saya perlu melihat harga didorong di bawah USD 1.280 sebelum mengubah rekomendasi netral untuk emas,” ujar Hansen.

Meski kinerja emas mengecewakan akhir-akhir ini, sejumlah analis masih melihat potensi emas untuk jangka panjang. Hal itu terutama setelah keputusan the Federal Reserve (The Fed) atau bank sentral AS tetap pertahankan suku bunga pada pekan lalu.

Kepala Investasi Merk Iinvestments, Axel Merk menuturkan, bank sentral AS akan merasa nyaman dengan tekanan inflasi lebih tinggi tanpa harus menaikkan suku bunga secara agresif.

“Komite menekankan kalau tidak apa-apa jika inflasi naik di atas target dua persen. Saya pikir emas akan baik-baik saja,” kata Merk.

Inflasi tinggi dengan tingkat bunga rendah menguntungkan aset emas. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Keputusan The Fed Masih Jadi Pendorong Kenaikan Harga Emas

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas merangkak naik pada perdagangan Kamis setelah keputusan Bank Sentral AS mempertahankan suku bunga acuan untuk meyakinkan investor. Di sisi lain, ketidakpastian kondisi geopolitik yang meningkat ikut mengerek harga emas.

Mengutip Reuters, Jumat (4/5/2018), harga emas di pasar spot menjulang 0,9 persen ke posisi US$ 1.316,63 per ounce. Sementara harga emas berjangka AS untuk pengiriman Juni naik 0,9 persen ke posisi US$ 1.317,30 per ounce.

The Fed mengatakan, dalam periode 12 bulan ke depan, inflasi AS diperkirakan akan berjalan mendekati target, yakni 2 persen.

“Pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) kemarin meredakan kekhawatiran bahwa The Fed akan tetap mempertahankan kebijakan pengetatan moneter secara bertahap,” kata Kepala Strategis Komoditas Saxo Bank, Ole Hansen.

Sementara itu, Analis Komoditas di Bank Swiss Carsten Menke memperkirakan The Fed akan menaikkan suku bunga acuan empat kali di tahun ini, dari sebelumnya tiga kali.

Di sisi lain, kenaikan harga emas juga dipicu ketidakpastian kondisi geopolitik, seperti potensi AS menarik diri dari perjanjian nuklir Iran maupun pembicaraan perdagangan antara AS dan China.

“Perundingan (AS) tidak akan semulus yang diharapkan, ini akan jadi fokus. Tapi sekarang kita sudah melewati pertemuan FOMC,” ujar Analis ANZ Daniel Hynes.

Selain harga emas, harga perak di pasar spot juga naik 1,1 persen menjadi US$ 16,53 per ounce, dan harga platinum menanjak 1,6 persen ke posisi US$ 903,80 per ounce.

Harga Emas Kemarin
Bank sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan memberikan angin segaruntuk harga emas. Harga emas melonjak dari posisi terendah dalam empat bulan terakhir.

The Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan seperti yang diharapkan pelaku pasar. Suku bunga acuan the FederalReserve berada di kisaran 1,5 persen-1,75 persen. Namun, the Federal Reserve mengingatkan soal tekanan inflasiyang positif untuk emas.

“Langkah-langkah dari kompensansi inflasi rendah,survei terhadap harapan inflasi jangka panjang sedikit berubah,pada keseimbangan. Inflasi dalam 12 bulan akan menuju target dua persen,” tulis pernyataan the Federal Reserve,seperti dikutip dari laman Kitco, pada 3 Mei 2018.

Sejumlah ekonom menilai, bank sentral AS tetap pertahankan suku bunga menunjukkan bank sentral AS tidak terburu-buru menaikkan suku bunga acuan lebih cepat. Diperkirakan suku bunga the Federal Reserve naik lagi sebanyak dua kali pada 2018.

Harga emas pun berjuang untuk kembali menemukan momentum seiring dolar AS menguat. Harga emas kembali bertahan dalam rentangtransaksi yang didukung psikologis pada posisi USD 1.300.

Harga emas pun dapat menguat dari posisi terendahnya. Harga emas berjangka untuk pengiriman Juni ditransaksikan naik 0,36 persen.Harga emas berada di posisi USD 1.311,50 per ounce.

Pelaku pasar pun fokus pada sasaran inflasi simetri the Federal Reserve yang bisa menjadi indikasi kalau bank sentral AS itu sengajabiarkan inflasi naik di atas dua persen. Ini untuk menggantikan tekanan terhadap tekanan harga pada bulan sebellumnya.

Analis mengatakan, kalau emas dapat memperoleh manfaat dari inflasi tinggi. Ini akan mempertahankan suku bunga riil yang relatif rendah.Royce Mendes, Ekonom Senior CICB World Markets menuturkan, pernyataan the Federal Reserve tidak memberikan banyak panduanuntuk kenaikan suku bunga pada Juni. Ia mengharapkan, ekonomi AS dapat terus berkembang.

“Kurangnya komitmen kuat untuk kenaikan suku bunga jangka pedenk sejauh ini terlihat dari imbal hasil rendah dan dolar AS depresiasi.Akan tetapi kami masih meliat percepatan pertumbuhan di kemudian hari,” kata Mendes. Rifanfinancindo.

 

Sumber : Liputan 6