PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Author Archives: rifan financindo

Harga Emas Capai Posisi Tertinggi dalam 4 Bulan

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo –  Harga emas mencapai puncak tertinggi dalam empat bulan terpicu melemahnya nilai tukar dolar Amerika Serikat (AS) dalam tiga tahun.

Namun beberapa analis mengatakan kenaikan harga emas bisa bersifat jangka pendek karena tidak didorong secara fundamental.

Melansir laman Reuters, SelaSa (16/1/2018), harga emas di pasar spot naik 0,1 persen menjadi US$ 1,339.66 per ounce. Harga emas sempat menyentuh posisi tertingginya pada 8 September di US$ 1.344,44 per ounce.

Logam mulia ini telah naik untuk minggu kelima berturut-turut pada pekan lalu sebesar 1,4 persen. Adapun emas berjangka A.S. naik 0,4 persen ke posisi US$ 1.340,50 per ounce.

“Kami melihat penurunan yang stabil dalam dolar Amerika Serikat buka karena ini melemah tapi karena Bank Sentral Eropa membuat mata uangnya menarik di akhir tahun,” kata Bart Melek, kepala Komoditas Strategis TD Securities di Toronto.

Adapun nilai tukar Euro menguat, setelah seorang pejabat ECB mengatakan bank sentral bisa mengakhiri skema pembelian obligasi usai bulan September.

Melek mengatakan beberapa investor juga ingin melakukan diversifikasi eksposur ke pasar ekuitas, yang telah mencapai rekor baru tertinggi dalam beberapa pekan terakhir.

Indeks dolar turun 0,67 persen menjadi 90,367, usai sempat mencapai level terlemahnya sejak Januari 2015 pada awal perdagangan di 90.279.

Dolar yang lebih lemah membuat aset berdenominasi mata uang ini menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sementara kenaikan suku bunga bisa mengurangi permintaan untuk emas.

Adapun harga Palladium naik 0,32 persen menjadi US$ 1.127,00, setelah mencapai rekor tinggi US$ 1.138. Harga perak naik 0,57 persen menjadi US$ 17,35 per ounce, setelah menyentuh level tertinggi tiga bulan di US$ 17,42.

Harga Platinum naik 0,2 persen menjadi US$ 995,50, setelah menyentuh level tertinggi sejak 11 September di US$ 1.001,40. Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Commerzbank: Harga Emas Bakal Meroket di 2018

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas akan melanjutkan penguatan pada 2018. Pendorong penguatan harga emas adalah suku bunga riil yang masih rendah dan juga ketidakpastian politik yang berlangsung di Amerika Serikat dan juga Eropa.

Bank yang berkantor pusat di Jerman, Commerzbank, memperkirakan rata-rata harga emas akan berada di kisaran US$ 1.325 per ounce pada tahun ini. Dengan rincian, untuk kuartal pertama dan kedua akan berada di US$ 1.300 per ounce dan pada kuartal ketiga dan keempat akan berada di kisaran US$ 1.350 per ounce.

Untuk diketahui, sepanjang tahun lalu, harga emas mampu naik 8 persen. “Harga emas akan berlanjut menguat dan kenaikan tersebut sudah dimulai sejak dua tahun lalu,” jelas analis Commerzbank dalam risalahnya, seperti dikutip dari Kitco, Senin (15/1/2018).

Faktor utama yang mendorong kenaikan harga emas adalah kebijakan moneter dari beberapa bank sentral yang masih sangat longgar. Hal tersebut mendorong emas lebih memberikan imbal hasil yang memuaskan bagi investor.

“Hampir semua bank sentral utama masih memberikan suku bunga yang rendah,” tulis risalah tersebut.

Selain itu, ketidakpastian politik juga masih membayangi harga emas. Ketidakpastian politik ini seperti pembentukan pemerintahan di Jerman dan juga pemilihan parlemen di Italia. Isu separatis Catalonia dan Brexit juga akan menjadi fokus pasar.

“Selain itu, tidak ada yang mengasumsikan pada tahun kedua pemerintahan Presiden Donald Trump bisa berjalan lancar,” tulis Commerzbank.

Pembuat kebijakan moneter di AS diperkirakan terus menaikkan suku bunga di tahun ini, tetapi tidak akan menghalangi kenaikan harga emas. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Naik ke Level Tertinggi dalam 4 Bulan

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo –  Harga emas menguat ke level tertinggi dalam empat bulan didorong dolar Amerika Serikat (AS) melemah pada pekan ini.

Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$ 3,2 atau 0,2 persen ke posisi US$ 1.322,50 per ounce. Level itu tertinggi sejak 15 September.

“Harga emas catatkan penguatan besar sejak pemilihan presiden AS pada November 2016. Harga emas berjangka saja sudah naik 1,1 persen,” ujar Direktur BullionValut, Adrian Ash, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Jumat (12/1/2018).

Ia menambahkan, saat tahun baru permintaan emas oleh investor juga mendukung harga. “Pada Januari biasanya melihat pelaku pasar rebalance dan kembali berpikir soal risiko. Kedua ini mendukung harga logam dan pelaku pasar yang tertarik mendukung kenaikan harga pada awal tahun baru,” jelas dia.

Pergerakan indeks dolar AS juga mendukung penguatan harga emas. Indeks dolar AS turun 0,5 persen terhadap mata uang utama lainnya. Secara mingguan, dolar AS melemah 0,1 persen.

Lantaran harga komoditas sebagian besar ditransaksikan oleh dolar AS membuat pelemahan mata uang mendukung aset seperti emas. Pergerakan harga emas juga berlawanan dengan imbal hasil surat berharga.

Imbal hasil surat berharga turun seiring regulator China menyangkal laporan kalau pemerintah China akan memperlambat dan kurangi pembelian surat utang pemerintah AS.

Imbal hasil surat berharga bertenor 10 tahun turun 1,5 basis poin ke posisi 2,54 persen. Ash menambahkan, kenaikan harga emas ikuti saham menguat tidak biasa. “Akan tetapi, pergerakan harga emas berlawanan dengan harga obligasi itu jarang,” kata Ash.

Sementara itu, pergerakan harga logam lainnya antara lain harga palladium turun 0,1 persen ke posisi US$ 1.076,25 per ounce. Harga platinum naik 1,2 persen ke posisi US$ 990,80 per ounce. Harga perak tergelincir 0,4 persen ke posisi US$ 16.966 per ounce.

Sebelumnya, harga emas bergerak ke level tertinggi didorong dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya.

Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$ 5,6 atau 0,4 persen ke posisi US$ 1.319,30 per ounce usai sentuh level tertinggi sejak 15 September di US$ 1.328.

Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap mata uang lainnya mempengaruhi harga emas. Indeks dolar AS turun 0,3 persen terhadap mata uang lainnya. Indeks dolar AS turun lebih dari satu persen terhadap yen. Hal ini usai bank sentral Jepang akan memangkas pembelian obligasi.

Lantaran sebagian besar komoditas ditransaksikan dalam dolar AS, membuat pelemahan dolar AS mendukung pergerakan emas. Tekanan di bursa saham juga mendorong investor untuk kembali memegang logam mulia.

“Sebagian besar investor melihat pasar saham sudah overvalue sehingga merealisasikan keuntungan dan memindahkan ke aset lain sebagai strategi. Ini meningkatkan harga emas dan membatasi risiko penurunan,” ujar Michael Kosares, Pendiri USAGold seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis 11 Januari 2018.

Harga emas juga dapat menguat meski imbal hasil surat berharga AS bertenor 10 tahun naik 3,1 basis poin ke 2,59 persen. Imbal hasil surat berharga AS naik ini berlawanan dengan harga obligasi. Rifanfinancindo.

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Menguat Imbas Dolar AS Tertekan

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas bergerak ke level tertinggi didorong dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap sejumlah mata uang lainnya.

Harga emas untuk pengiriman Februari naik US$ 5,6 atau 0,4 persen ke posisi US$ 1.319,30 per ounce usai sentuh level tertinggi sejak 15 September di US$ 1.328.

Dolar Amerika Serikat (AS) melemah terhadap mata uang lainnya mempengaruhi harga emas. Indeks dolar AS turun 0,3 persen terhadap mata uang lainnya. Indeks dolar AS turun lebih dari satu persen terhadap yen. Hal ini usai bank sentral Jepang akan memangkas pembelian obligasi.

Lantaran sebagian besar komoditas ditransaksikan dalam dolar AS, membuat pelemahan dolar AS mendukung pergerakan emas. Tekanan di bursa saham juga mendorong investor untuk kembali memegang logam mulia.

“Sebagian besar investor melihat pasar saham sudah overvalue sehingga merealisasikan keuntungan dan memindahkan ke aset lain sebagai strategi. Ini meningkatkan harga emas dan membatasi risiko penurunan,” ujar Michael Kosares, Pendiri USAGold seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (11/1/2018).

Harga emas juga dapat menguat meski imbal hasil surat berharga AS bertenor 10 tahun naik 3,1 basis poin ke 2,59 persen. Imbal hasil surat berharga AS naik ini berlawanan dengan harga obligasi.

Namun, aksi jual terjadi untuk obligasi usai laporan Bloomberg menyebutkan China akan memperlambat atau memangkas pembelian obligasi AS. Sumber mengatakan, China menemukan kalau obligasi AS kurang menarik lagi.

“Persediaan obligasi dari Amerika Serikat, Inggris, Jepang dan Jerman membanjiri pasar dan cenderung meningkat di pasar obligasi selama 25 tahun. Tampaknya hal itu akan berakhir. Bagaimana pun juga, imbal hasil riil menjadi pendorong penting untuk harga emas,” ujar Ole Hansen, Kepala Riset Saxo Bank.

Sementara itu, harga logam lainnya yaitu harga palladium turun 1,9 persen ke posisi US$ 1.077,40 per ounce. Harga platinum naik 0,7 persen ke posisi US$ 978,80 per ounce. Harga perak menanjak 0,2 persen ke posisi US$ 17.035 per ounce. Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Dolar AS Menguat, Harga Emas Tertekan Tipis

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas turun tipis pada perdagangan Selasa karena terbebani oleh penguatan dolar Amerika Serikat (AS) dan kekhawatiran akan ketidakpastian politik di Eropa. Selain itu, bursa saham yang terus positif juga menekan harga emas.

Sementara, harga paladium mencatatkan rekor tertinggi sepanjang Januari didorong oleh kenaikan permintaan dari industri otomotif.

Mengutip Reuters, Rabu (10/1/2018), harga emas di pasar spot turun 0,6 persen ke level US$ 1.312,58 per ounce pada pukul 1.36 waktu London. Pada pekan lalu, harga emas sempat menyentuh level tertinggi sejak 15 September di US$ 1.325,86 per ounce.

Sedangkan harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari turun US$ 6,70 atau 0,5 persen ke level US$ 1.313,70 per ounce.

Untuk paladium diperdagangkan naik 0,1 persen pada US$ 1.101,55 per ounce setelah menyentuh rekor baru tertinggi di US$ 1.111,40 per ounce.

Nilai tukar dolar AS naik 0,2 persen terhadap kesepanjang mata uang utama lainnya pada perdagangan Selasa. Kenaikan dolar AS tersebut membuat harga komoditas menjadi mahal bagi investor yang melakukan transaksi dengan mata uang lainnya.

“Dolar AS telah bangkit kembali karena pelemahan euro,” jelas Jonathan Butler, analis komoditas Mitsubishi di London.

Selain itu, reli di pasar saham juga menekan harga emas. “Semua sentimen tersebut membuat harga emas sedikit goyah pada pekan ini,” tambah dia. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6