PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Aussie Terpukul Mundur Ikuti Lesunya Perdagangan Bursa Asia

Kamis, 16 Oktober 2014

Pada perdagangan hari ini nilai tukar aussie tampak mengalami pergerakan melemah dengan cukup signifikan terhadap dollar AS (16/10). Mata uang Australia tersebut melempem akibat kekhawatiran bahwa kenaikan tajam yang terjadi pada perdagangan kemarin tidak memiliki dasar fundamental yang cukup kuat untuk bertahan.

Hari ini telah dirilis data ekonomi dari Australia berupa ekspektasi inflasi dari Melbourne Institute. Ekspektasi inflasi di bulan September lalu berada di level 3.4 persen. Angka ini sedikit turun dibandingkan dengan ekspektasi di bulan Agustus lalu yang berada di level 3.5 persen.

Hari ini para pelaku pasar tampak diserang oleh sentiment negative akibat melemahnya bursa saham di Asia. Bursa-bursa Asia anjlok akibat kekhawatiran mengenai perlambatan ekonomi global dan penyebaran virus ebola. Para investor juga masih menantikan pidato asisten gubernur RBA Debelle yang dijadwalkan siang nanti.

Pagi ini aussie alami penurunan yang signifikan terhadap rival utamanya, dollar AS. Mata uang Australia tersebut melorot ke level 0.8802 dollar AS. Pada akhir perdagangan dini hari tadi aussie berada di posisi 0.8830 dollar. Kemarin aussie sempat mengalami kenaikan hingga mencapai posisi 0.8861 dollar, tertinggi sejak 9 Oktober lalu.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan bahwa pergerakan nilai tukar aussie terhadap dollar AS pada perdagangan hari ini masih berpotensi untuk mengalami pelemahan terbatas. Mata uang Australia tersebut berpotensi untuk mengalami pergerakan pada kisaran 0.8760 ? 0.8850 dollar.

Sumber : Vibiznews

Ika Akbarwati/Senior Analyst Economic Research at Vibiz Research/VM/VBN?
Editor: Jul Allens
Foto: Wikipedia