PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

Apa Itu Support Resistance?

Rifanfinancindo – Dalam forex trading, harga yang terbentuk sebenarnya menuruti mekanisme kekuatan buy-sell yang ada di pasar. Oleh karena itu, ada level-level harga tertentu yang biasanya menjadi level psikologis, yang “disepakati” oleh para trader. Contohnya, ketika para trader sudah menganggap level harga saat ini sudah terlalu tinggi, maka mereka akan cenderung mengakhiri aksi buy dengan melakukan profit taking. Tindakan inilah yang menyebabkan harga turun setelah mencapai level tinggi tertentu, yang kemudian diartikan sebagai level resistance.

Sebaliknya, ada level harga yang oleh para trader dianggap sudah cukup rendah, sehingga mereka yang sell akan melakukan take profit. Sebagai akibatnya, harga akan terkoreksi naik. Inilah yang menjadi cikal bakal level support. Untuk lebih jelasnya, coba perhatikan gambar berikut:

support resistance
contoh srsupport resistance
Nah, apabila kita bisa mengetahui titik-titik support-resistance ini, maka kita bisa tahu, kapan sebaiknya melakukan buy, kapan sebaiknya sell dan kapan sebaiknya take profit. Masalahnya sekarang, bagaimana menentukan titik-titik tersebut? Yang paling biasa dilakukan adalah dengan menghitung pivot atau dengan menggunakan patokan fibonacci.

Rumus perhitungan pivot point:
Pivot point (PP) = (High + Low + Close) / 3

Support and resistance kemudian ditentukan sebagai berikut:

First support (S1) = (2*PP) – High
Second support (S2) = PP – (High – Low)
First resistance (R1) = (2*PP) – Low
Second resistance (R2) = PP + (High – Low)

Bagaimana? Ruwet yaaa…?
Jangan khawatir, anda sebenernya nggak harus memakai rumus dan menghitung sendiri pivot ini kok. Sengaja saya cantumkan di sini untuk bikin anda pusing. Hehehe, bercanda kok.

Ok deh, kita kembali ke bahasan dasar ya. Kalau anda paham rumus pivot sih akan lebih baik, tapi sebenernya anda nggak perlu pusing dengan ruwetnya perhitungan pivot ini, karena biasanya di trading platform telah tersedia indikator untuk menentukan pivot dan juga fibonacci ini. Atau, anda bisa memperoleh nilai-nilai support-resistance dengan hanya memasukkan nilai high-lownya di beberapa situs yang menyediakan pivot calculator.

Gambaran pivot pada chart adalah sebagai berikut:

Pivot bisa juga didapat dengan perpatokan pada fibonacci retracement, contohnya dapat dilihat pada gambar berikut:

Gambar diatas adalah tampilan chart yang biasa saya gunakan dalam ber-trading. Pada chart di atas, saya menggunakan indikator sebagai berikut:
1. MACD dengan settingan 12|26|6
2. Parabolic SAR dengan settingan 0.06|0.26
3. Pivot dengan dasar Fibonacci (wisopivot)

Ok,  sampai di sini saya anggap anda telah memahami level-level psikologis (support-resistance) sehingga sudah mengetahui “batasan-batasan” dalam pergerakan chart. Kita akan lanjutkan dengan bahasan tentang pemahaman dasar lainnya maupun tentang indikator-indikator lain dalam forex trading pada artikel-artikel selanjutnya. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Seputar Forex