Akankah Emas Naik ke $2000, Bullish Melebihi Tahun 2009-2012?

PT Rifan Financindo

PT Rifan Financindo – Pada saat sebelum terjadi krisis keuangan pada tahun 2008-2009, harga emas masih berada di $800 per ons pada awal 2009. Sejak terjadinya krisis, harga emas terus melambung dan mencapai puncaknya pada tanggal 6 September 2011, dimana emas memecahkan rekor tertinggi di $1.920 per troy ons.

Bagaimana dengan krisis Covid-19 yang terjadi dari permulaan tahun 2020 ini? Krisis kesehatan yang disebabkan karena menyebarnya coronavirus ke seluruh negara-negara di dunia sehingga dinyatakan oleh World Health Organization (WHO) sebagai Pandemik, telah berubah juga menjadi krisis keuangan global.

Perkembangan Covid-19

Wabah coronavirus yang sering juga disebut dengan Covid-19, dimulai dari kota Wuhan Cina pada tanggal 1 Januari 2020, dimana pada saat itu pemerintah Cina menutup pasar Ikan di Wuhan sehubungan dengan wabah coronavirus ini sudah mulai menyebar dan memakan korban nyawa manusia.

Tidak disangka-sangka penyebaran wabah coronavirus ini ternyata sangat luarbiasa cepat. Hanya dalam jangka waktu kurang lebih 3 bulan sudah seluruh negara di dunia yang berjumlah 200 negara, sudah tertular penyakit paru coronavirus, dengan sebanyak 2,5 juta orang yang terkena dan telah merenggut 177 ribu nyawa. Sebagai akibatnya hampir semua negara memberlakukan “lockdown” atau “partially lockdown” dengan membuat “social distancing” atau restriksi-restriksi lainnya dalam usaha mengatasi atau paling tidak menghambat kecepatan penularan. Dampaknya bagi perekonomian sangat buruk.

Dampak Negatif Bagi Perekonomian

Dengan tidak adanya aktifitas perdagangan karena kota atau negara dalam keadaan “lockdown” maka terjadi banyak pengangguran. Dalam beberapa minggu “lockdown” di Amerika Serikat telah mengakibatkan peningkatan jumlah klaim pengangguran yang biasanya terjaga disekitar 200-300 jutaan telah menjadi 20 juta orang, dengan kerugian yang menghapus keuntungan yang telah dikumpulkan sejak krisis keuangan pada tahun 2008-2009.

Dengan tidak adanya aktifitas perdagangan dan travelling dimana-mana negara di dunia, maka permintaan terhadap minyak mentah anjlok drastis. Ditengah melimpahnya produksi minyak, maka harga minyak mengalami penurunan yang luarbiasa dalam yang belum pernah terjadi dalam sejarah perminyakan. Kontrak berjangka minyak AS, WTI, untuk bulan Mei tumbang ke teritori negatif untuk pertama kalinya dalam sejarah, mencapai – $40, kejatuhan sampai lebih dari 300%. PT Rifan Financindo.

Parahnya penurunan di dalam aktifitas ekonomi terlihat di dalam rilis data makro ekonomi Amerika Serikat pada hari Rabu (16/4/20) yang menunjukkan penjualan ritel bulanan turun 8.7% pada bulan Maret dan produksi industri mencatat penurunan tercuram sejak awal tahun 1946.

Data ini meneguhkan pandangan pesimis dari International Monetary Fund’s (IMF) bahwa pandemik coronavirus bisa menyebabkan ekonomi dunia menciut menjadi – 3% pada tahun 2020 ini – yang merupakan kejatuhan paling besar sejak Great Depression.

Hal ini pada akhirnya membuat dukungan baru terhadap permintaan metal berharga kuning yang dipandang sebagai assets “safe-haven”.

Persamaannya

Banyak analis yang membandingkan pola pergerakan harga emas selama masa krisis Covid-19 dengan pola pergerakan harga selama krisis keuangan pada tahun 2008, dan berpendapat perilaku emas saat ini bisa dibilang ada kesamaannya dengan ketika krisis 2008-2009. Para analis memprediksi rekor ketinggian yang baru bagi harga emas, bahkan bisa lebih tinggi daripada pergerakan “bullish” yang berlangsung selama tahun 2009 -2012 yang mencapai $1,920 per troy ons.

Kesamaan yang ada antara krisis keuangan yang terjadi pada tahun 2008-2009 dengan krisis perekonomian yang disebabkan oleh wabah Covid-19 pada 2020 ini antara lain, normalisasi kondisi likuiditas dengan melakukan lagi Quantitative Easing, pemangkasan tingkat bunga sehingga mencapai Nol persen atau minus, tingkat bunga riil menjadi negatif, biaya investasi menjadi rendah, dan selain itu ada kecemasan akan terjadinya depresiasi mata uang.

Situasinya menjadi mirip dengan apa yang terjadi pada krisis keuangan global pada tahun 2008-2009. Kemiripan ini membuat sebagian analis berpendapat harga emas dapat meningkat seperti yang terjadi pada periode 2008 – 2012 dimana emas naik mencapai rekor tertinggi di $1,920.

Jadi harga emas berpeluang naik sampai ke $1,800 per troy ons pada tahun ini dan bahkan bisa mencapai lebih dari $1,920, bisa mencapai $2000 per troy ons, karena krisis perekonomian yang terjadi pada tahun 2020 ini kelihatannya akan bisa lebih besar daripada krisis yang terjadi pada tahun 2008-2009. Menurut IMF, krisis perekonomian sekarang ini adalah yang terbesar yang pernah terjadi sejak Great Depression. PT Rifan Financindo.

Sumber : Vibiznews

Tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Comments are closed.