PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA

4 Kesalahan Dalam Menentukan Support Dan Resistance

Rifan Financindo – Wah, kalau benar-benar serius jadi trader, sudah tahu lah ya bagaimana cara meletakkan garis horizontal di chart supaya terlihat jelas di mana batas support dan resistance-nya. Tapi, tidak menutup mata juga sih, terkadang masih banyak trader pemula sering melakukan kesalahan dalam menentukan level-level vital tersebut. Supaya tidak terjadi lagi kesalahan merugikan, hindari kesalahan-kesalahan ini:

A. Asal Meletakkan Garis Support Dan Resistance Di Sembarang Level Harga

Ini nih penyakit akut paling menahun dari trader pemula, terutama scalper. Tidak semua level harga terendah dan tertinggi (Low dan High) pada setiap time frame dapat digunakan sebagai acuan dalam menentukan garis support dan resistance.

Contohnya seperti ini:

Rifan Financindo

Jika kita zoom-out lagi ke timeframe lebih tinggi, maka sebenarnya garis-garis tersebut sudah tidak relevan lagi sebagai support dan resistance.

Rifan Financindo

Itulah kenapa, sebelum memasang garis support dan resistance, Anda harus memperhatikan di timeframe mana Anda akan bertrading. Meskipun Anda scalper, pair-pair major memiliki kemungkinan untuk bergerak cepat menembus garis-garis batas pada timeframe kecil.

Perhatikan juga relevansinya, percuma zoom out sampai chart mingguan untuk bertrading di timeframe 1 jam. Bukannya dapat petunjuk, kita malah menjebak diri sendiri.

Rekomendasinya, gunakan timeframe setingkat lebih tinggi, misalnya zoom out ke waktu Daily (D1) untuk meletakkan garis support dan resistance, lalu bertrading di waktu 4 jam (h4).

Terlalu Kaku Dalam Meletakkan Garis Support dan Resistance

Siapa bilang garis support dan resistance harus dipasang tepat di ujung terbawah dan tertinggi candlestick Pada kenyataannya, harga tidak memantul secara sempurna di sekitar daerah support dan resistance.

kaku dalam meletakkan garis support dan resistance

Dari contoh di atas, bullish pinbar telah terlihat jelas terbentuk. Jika kita masih harus menunggu sampai harga menyentuh batas support paling bawah, maka kita sudah ketinggalan peluang bagus untuk memanfaatkan reversal.

Lebih baik bila kita meletakkan garis support dan resistance secara fleksibel. Misalnya, jika lower atau upper shadow candlestick terlalu mencuat panjang, maka letakkan saja di antara badan dan ujung sumbunya. Alternatifnya, sejajarkan dengan posisi candlestick berikutnya.

Terlalu Banyak Garis Membingungkan

Terkadang, saking terpakunya kita pada setiap level harga candlesticks, kita lupa untuk menyederhanakan luapan informasi dari chart.

terlalu banyak garis support dan resistance

Coba lihat chart di atas, pusing kan?

Sebenarnya, kita cuma perlu mengingat level-level support dan resistance kunci, selebihnya Anda hanya perlu menggeser-geser garis tadi seandainya terjadi perubahan arah trend.

Salah satu cara sederhana untuk menentukan level “kunci” tadi antara lain adalah mencermati letak swing point. Semakin tajam swing point-nya, berarti pada titik nadir itulah pihak buyer atau seller mulai menunjukkan dominasinya.

swing point sebagai support dan resistance

Coba bandingkan dengan chart ruwet sebelumnya. Yakin, deh, yang ini lebih cepet masuk informasinya.

Memperlakukan Garis Support Dan Resistance Seperti Batas Mutlak

Satu hal lagi perlu kita ingat. Garis support dan resistance yang kita corat-coret di chart bukanlah batas mutlak untuk diikuti oleh trader-trader lain.

Setepat atau seakurat apapun kita berusaha untuk menghitung dan merencanakan letak garis support dan resistance, toh, kekuatan massa pasarlah yang akan menjadi penentu akhir.

Apa dampaknya? Lihat gambar di bawah ini.

breakout pada garis support dan resistance

Seperti itulah kekuatan massa pasar (himpunan buyer dan seller). Mereka bisa sesukanya menembus atau mengingkari level-level support dan resistance Anda. Istilah kerennya, breakout.

Dalam keadaan seperti di atas, analisa teknikal saja kurang memadai. Bisa saja pada saat itu faktor fundamental ternyata lebih mendominasi.

Tidak percaya?

Ternyata setelah diperiksa lebih lanjut, bullish candlestick tersebut terbentuk pada tanggal 12 Januari 2017 sekitar jam 01:00 WIB. Saat itu, presiden AS Trump sedang berpidato mengenai kebijakan barunya.

Singkatnya, investor berekspektasi pada “janji manis” Trump, ditandai dengan terbentuknya bullish pinbar. Eh, tapi akhirnya si Trump hanya memberikan “pepesan kosong”, jadilah para trader berlomba-lomba menekan tombol sell. Itulah alasannya kenapa USD/JPY saat itu terjun bebas.

Serem tapi asik juga sih, mirip roller coaster.

Kesimpulan

Identifikasi support dan resistance menggunakan garis horizontal adalah salah satu ketrampilan dasar dalam bertrading. Namun, seringkali trader pemula masih melakukan kesalahan-kesalahan dalam praktiknya.

Jangan tunggu kesalahan-kesalahan di atas menumpuk atau terus terulang tanpa ada usaha untuk memperbaikinya. Kalau bisa sekarang, kenapa tunggu nanti!? Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Seputar Forex