PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA



This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Emas Bergerak Naik, Trader Membeli Dari Kerendahan

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas pada pertengahan hari Jumat bergerak keatas dari posisi sebelumnya level yang stabil dan cenderung melemah yang terlihat tepat setelah dibukanya sesi berjangka AS. Para trader yang “bullish” melangkah masuk untuk membeli dari bawah, ditengah tren naik yang berlangsung pada grafik harian.

Emas berjangka terakhir naik $4.40 per ons pada $1,1411.20.

Sebelumnya konsumen AS melihat harga emas turun dengan data ekonomi AS menyoroti kenaikan di dalam inflasi produsen. Hari Jumat, departemen tenaga kerja AS mengatakan Producer Price Index (PPI) naik 0.1% pada bulan Juni, setelah kenaikan bulan Mei sebesar 0.1% juga. Data yang keluar ini sesuai dengan yang diperkirakan.

Pada saat yang bersamaan PPI inti, yang mengeluarkan biaya energy dan makanan yang volatil, meningkat 0.3% pada bulan Juni yang lalu, setelah kenaikan bulan Mei sebanyak 0.2%. Sementara para ekonom memperkirakan kenaikan inflasi secara grosir sebanyak 0.2%.

Data yang keluar ini menciptakan sedikit tekanan jual pada harga emas dengan harga terus bertahan diatas $1,400 per ons, pada $1,406.10.

Para ekonom menaruh perhatian yang seksama terhadap harga produser karena menjadi indikator terdepan untuk harga konsumen. Perusahaan mengoper kenaikan biaya dibebankan kepada para pelanggan.

Sebagian analis mencatat bahwa data inflasi yang terbaru hanya akan sedikit mempengaruhi harga emas dengan pasar terus memperkirakan Federal Reserve untuk memangkas tingkat bunga pada akhir bulan ini. Para ekonom mencatat bahwa kenaikan inflasi tidak akan banyak menghantui bank sentral AS karena sudah rendah selama periode yang berkepanjangan.

Secara tehnikal, kenaikan harga emas akan berhadapan dengan “resistance” awal pada $1.419.9 yang apabila berhasil dilalui akan lanjut ke $1.436.2 dan kemudian $1.445.35. Sedangkan penurunan harga emas akan berhadapan dengan “support” awal pada $1,394.4 yang apabila berhasil dilewati akan lanjut ke $1,385.3 dan kemudian $1.369.0. Rifan Financindo.

 

Sumber : Vibiznews

Data Inflasi AS Membaik, Harga Emas Tergelincir Tipis

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas untuk perdagangan Kamis (11/7/2019) ditutup sedikit tergelincir. Hal ini dikarenakan data inflasi Amerika Serikat lebih baik dari perkiraan.

Dikutip dari CNBC, Jumat (12/7/2019), harga emas di pasar spot turun 0,85 persen menjadi USD 1.406,8 per ounce, atau turun USD 6. Penurunan ini sekaligus menahan laju kenaikan yang sudah tejadi sehari sebelumnya.

Sementara untuk harga emas berjangka AS pengiriman Agustus naik 0,26 persen menjadi $ 1.408,8 per ounce. Harga emas telah menyentuh level tertinggi satu minggu di $ 1.426 di awal sesi.

Federal Reserve AS bulan lalu menurunkan proyeksi inflasi untuk 2019 menjadi 1,5 persen dari 1,8 persen. Namun, ini dinilai tidak mengubah harapan The Fed memangkas suku bunga bulan ini.

“Kami melihat data inflasi hari ini, menjadikan pasar hari ini mulai cooling down karena menahan ekspektasi rencana penurunan suku bunga tambahan, ” kata Chris Gaffney, presiden pasar dunia di TIAA Bank.

“(Langkah Kamis) hanya penyesuaian fakta bahwa mungkin kemarin sudah sedikit naik, tetapi harga emas masih bertahan dengan baik di atas USD 1.400, dan sepertinya akan terus berada di atas $ 1.400,” tambahnya.

Harga Emas Sempat Naik
Harga emas di pasar spot naik 1,5 persen pada hari Rabu setelah pernyataan dovish Ketua Fed Jerome Powell. Dimana ia mengkonfirmasi ekonomi AS masih di bawah ancaman dari produktifitas industri yang mengecewakan, inflasi yang terkendali dan perang dagang yang meningkat, dan mengatakan The Fed siap untuk bertindak sebagaimana mestinya.

Pernyataan ini jelas menekan laju dolar dan sekaligus memperpanjang pelemahan dolar AS terhadap mata uang utama lainnya.

Para pembuat kebijakan dari bank sentral AS dijadwalkan bertemu pada 30-31 Juli, di mana investor akan mencari petunjuk lebih lanjut tentang pelonggaran kebijakan moneter.

Emas menguat ke puncak enam tahun terakhir di USD 1,438.63 per ons pada bulan lalu.

“Jika harga emas kembali tembus di atas USD 1.438 dapat menyebabkan penguatan kembali dengan USD 1.500 menjadi target level selanjutnya,” tulis Hussein Sayed, kepala strategi pasar di FXTM. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Rally Dengan Powell Menyebut Ketidakpastian & Cenderung Dovish

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas naik tinggi dan mendekati ketinggian harian pada awal perdagangan sesi Amerika Serikat pada hari Rabu kemarin. Dalam pidatonya di depan Wakil Rakyat AS, Gubernur Federal Reserve Jerome Powell menyebutkan beberapa keprihatinan mengenai ekonomi AS yang oleh para trader dipandang “dovish” terhadap kebijakan moneter.

Emas berjangka bulan Agustus terakhir diperdagangkan naik $7.20 per ons pada $1,407.90. Harga perak Comex bulan September terakhir naik $0.128 per ons pada $15.27.

Dalam text nya Powell mengatakan sejak pertemuan FOMC bulan Juni, ketidakpastian, termasuk ketegangan perdagangan dunia, pertumbuhan global dan inflasi yang sangat rendah, terus membayangi outlook ekonomi AS dan kondisi ini tidak membaik. Dia berkata bahwa outlook ekonomi AS adalah solid, namun prospek bagi perekonomian negara utama dunia lainnya mengkuatirkan. Pasar membaca pernyataannya ini sebagai “dovish” atas kebijakan moneter AS, yang pada gilirannya dengankuat menunjukkan bahwa the Fed akan memangkas tingkat bunga secepatnya dan kemungkinan pada bulan ini. Ini adalah skenario yang “bullish” bagi pasar metal.

Pasar saham Asia dan Eropa kebanyakan melemah di dalam perdagangan yang lebih sepi semalam. Indeks saham AS mengarah turun secara moderat pada saat pembukaan perdagangan sesi New York dimulai.

Hal kunci diluar pasar metal adalah naiknya harga minyak mentah Nymex dan diperdagangkan disekitar $59.00 per barel. Indeks dolar AS turun dan mendekati kerendahan harian setelah pernyataan Powell yang telah disiapkan sebelumnya dirilis.

Secara tehnikal, obyektif kenaikan harga emas adalah menembus “resistance” yang solid di $1,442.90 setelah melewati $1,420 dan kemudian $1,425.00. Sedangkan obyektif penurunan harga emas adalah menembus “support” yang solid di $1,384.70 setelah melewati $1.400.00 dan kemudian $1,391.80. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Vibiznews

Harga Emas Tumbang, Terendah Selama Seminggu

Rifan Financindo

Rifan Financindo – Harga emas kembali tergelicir pada penutupan perdagangan Selasa (Rabu pagi waktu Jakarta). Bahkan penurunan ini menjadi yang terendah dalam satu minggu terakhir.

Mengutip CNBC, Rabu (10/9/2019), melemahnya harga emas ini karena dolar AS terus menguat imbas ekspektasi penurunan suku bunga yang kurang agresif oleh Federal Reserve bulan ini. Sementara investor masih menunggu pernyataan Jerome Powell tentang kebijakan moneternya.

Harga emas di pasar spot turun 0,4 persen menjadi USD 1,390.21 per ounce. Bahkan sempat menyentuh USD 1,386.11 per ounce, diamana ini adalah yang terendah sejak 2 Juli.

Sementara untuk harga emas berjangka AS turun 0,5 persen menjadi USD 1,392.50 per ounce.

“The Fed yang kurang dovish ditambah data lapangan pekerjaan yang lebih baik dari perkiraan dan meningkatnya optimisme tentang meredanya tensi perang dagang AS – China telah memperkuat dolar, menyeret harga emas,” kata Jeff Klearman, manajer portofolio di GraniteShares.

Pidato Gubernur The Fed
Menurutnya, pernyataan Gubernur Bank Sentral AS sebelum kongres menjadi kunci pergerakan emas ke depannya.

“Jika Powell mengkonfirmasi pandangan dovish, kita akan melihat beberapa pelemahan dolar dan menaikman harga emas; imbal hasil obligasi juga akan baik1, ” kata analis Saxo Bank Ole Hansen.

Ekspektasi pasar akan penurunan 25 basis poin berada pada 98 persen, dengan peluang penurunan 50 basis poin berkurang menjadi 5,9 persen dari 25 persen pada minggu lalu. Bahkan kini investor berpikir bahwa Fed tidak akan memangkas suku bunga pada bulan September.

Penguatan dolar saat inu berada di angka tertinggi selama tiga minggu terakhir versus beberapa mata uang utama. Hal ini didukung juga oleh berita bahwa Amerika Serikat dan China akan memulai kembali perundingan perdagangan minggu ini.

Selain itu, cadangan konsumen emas China melonjak menjadi USD 87,27 miliar dari USD 79,83 miliar pada akhir Mei. Saat ini China menjadi konsumrn logam mulia terbesar di dunia. Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Tergelincir karena Data Ekonomi AS Membaik

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas melemah tipis pada penutupan perdagangan Senin (Selasa pagi waktu Jakarta) karena meningkatnya ekspektasi bahwa Bank Sentral Amerika Serikat (AS) atau the Federal Reserve (the Fed) tidak akan agresif memangkas suku bunga di akhir bulan ini. Pandangan tersebut membuat nilai tukar dolar AS menguat membuat harga emas menjadi lebih mahal bagi investor yang bertransaksi menggunakan mata uang lainnya.

Mengutip CNBC, Selasa (9/7/2019), harga emas di pasar spot turun 0,2 persen menjadi USD 1.396,59 per ounce. Sedangkan harga emas berjangka AS turun 0,1 persen menjadi USD 1.398,50 per ounce.

Dengan adanya laporan tenaga kerja yang kuat maka taruhan pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin telah turun dari semula 30 persen menjadi hanya 2 persen,” jelas analis INTL FCStone, Edward Meir.

“Fakta bahwa proyeksi penurunan suku bunga kemungkinan besar tidak akan terjadi menjadi faktor yang membuat harga emas turun atau merugi,” tambah dia.

Laporan data tenaga kerja yang lebih baik pada Jumat lalu mengurangi kemungkinan penurunan suku bunga acuan yang besar pada pertemuan yang akan digelar pada 30-31 Juli dan mengangkat nilai tukar dolar AS ke level tertinggi dalam 3 pekan.

Namun sebagian besar analis dan ekonom masih memperkirakan bahwa the Fed akan memangkas suku bunga dengan besaran yang lebih kecil yaitu hanya seperempat persen atau 25 basis poin. Hal tersebut mengingat data tenaga kerja saja yang cukup baik tetapi data ekonomi yang lain masih mengalami tekanan.

Pidato Jerome Powell
Saat ini, pelaku pasar tengah menunggu pidato dari Gubernur Bank Sentral AS Jerome Powell di Kongres AS tentang proyeksi pertumbuhan ekonomi di tahun ini. Pidato tersebut akan dilakukan pada tengah pekan ini.

Pidato tersebut akan menjadi petunjuk bagi pelaku pasar untuk memperkirakan prospek jangka pendek dan juga rencana kebijakan moneter Bank Sentral AS.

Harga emas sempat menyentuh level USD 1.438,63 per ounce untuk pertama kalinya dalam enam tahun pada bulan lalu. Hal tersebut didorong oleh ekspektasi penurunan tingkat bunga the Fed

“Ketegangan yang berjelanjutan di Iran dan berita utama mengenai tindakan yang dilakukan oleh Bank Sentral di seluruh dunia menjadi dukungan bagi harga emas untuk melonjak,” jelas analis High Ridge Futures, David Meger.

Bank Sentral China meningkatkan cadangan emas mereka selama tujuh bulan berturut-turut pada Juni. China adalah konsumen logam mulia terbesar di dunia. PT Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6