PT RIFAN FINANCINDO BERJANGKA SURABAYA



This is default featured slide 1 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 2 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 3 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 4 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

This is default featured slide 5 title

You can completely customize the featured slides from the theme theme options page. You can also easily hide the slider from certain part of your site like: categories, tags, archives etc. More »

 

Yuan Perkasa, Harga Emas Melonjak

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas naik pada hari Senin setelah menyentuh level terendah lebih dari 6 bulan pada pekan lalu. Kenaikan harga emas ditopang penguatan mata uang China, Yuan membuat logam mulia menjadi lebih murah untuk konsumen emas terbesar dunia.

Dilansir dari Reuters, harga emas tergerus 13 persen dari level tertinggi April karena dolar AS menguat terhadap yuan dan mata uang lainnya. Namun tekanan itu mereda setelah berita pembicaraan perdagangan antara Amerika Serikat (AS)-China yang direncanakan untuk minggu ini membantu mengangkat yuan, kata analis Saxo Bank, Ole Hansen.

Harga emas di pasar spot naik 0,3 persen menjadi USD 1.188,1 per ounce, setelah kemerosotan pada Kamis ke USD 1.159,96, terendah sejak Januari 2017.

Harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember ditutup naik USD 10,4 atau 0,9 persen menjadi USD 1.194,6 per ounce.

Harga yang lebih rendah memicu kebangkitan permintaan emas fisik di Asia. Harga yang lebih rendah juga memicu peningkatan permintaan emas dari para pemburu emas murah yang justru mendorong harga emas lebih tinggi, kata analis ThinkMarkets.com, Naeem Aslam. Jika yuan China terus menguat, emas akan menjadi lebih murah bagi investor China.

Tekanan terhadap harga emas dari spekulan tetap kuat. Investor mengantisipasi pidato Gubernur Bank Sentral AS atau The Fed Jerome Powell pada simposium ekonomi di Jackson Hole, Wyoming pada Jumat mendatang, di mana ia mungkin memberikan petunjuk tentang laju kenaikan suku bunga AS, analis mengatakan.

Kenaikan suku bunga membuat emas, yang tidak membayar bunga dan adannya biaya untuk menyimpan dan menjamin, menjadi kurang menarik.

Harga logam lainnya

Harga perak di pasar spot kehilangan 0,7 persen menjadi USD 14,66 per ounce setelah mencapai terendah sejak Februari 2016 pekan lalu. Platinum naik 1,1 persen menjadi USD 789,99 per ounce, tetapi tetap dekat dengan level terendah dalam satu dekade.

Palladium, yang minggu lalu diperdagangkan di terlemah sejak Juli 2017, datar pada USD 910,6 per ounce. Sebelumnya, paladium mencapai USD 923,75, tertinggi sejak 2 Agustus. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Tekanan Mereda, Harga Emas Bakal Stabil

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas berpeluang stabil pada pekan ini. Hal itu seiring harapan tekanan terhadap harga emas mereda.

Pada Jumat pekan lalu, harga emas naik 0,17 persen ke posisi USD 1.186. Akan tetapi, kenaikan harga emas itu tidak cukup untuk menutupi kerugian besar pada pekan lalu sehingga penurunan harga emas untuk pengiriman Desember dari USD 1.221 menjadi USD 1.167 dalam beberapa hari.

“Ini adalah waktu untuk harga emas beranjak dari level terendah. Kami harapkan kenaikan terbatas dolar AS, stabilisasi dan pemulihan yuan,” ujar Analis ABN Ambro, Georgette Boelle seperti dikutip dari laman Kitco, Senin (20/8/2018).

Analis teknikal Kitco, Jim Wyckoff menuturkan, tekanan terhadap harga emas terlihat mereda. Kemungkinan harga emas kembali menguat. Banyak analis melihat tekanan terhadap harga emas didorong dolar AS.

“Pergerakan harga emas didorong menguatnya dolar AS. Ini telah secara berkala ungguli basis lintas mata uang tetapi emas didorong dolar AS menguat,” ujar Analis ICBC Standard Bank Marcus Garvey.

Dengan investor bertanya-tanya apakah dolar AS telah mencuri daya tarik emas yang juga safe haven di tengah ketegangan perang dagang, Garvey menuturkan, dolar AS bukanlah safe haven yang baru. Hal tersebut bukan risiko.

“Jika Anda melihat rujukan dari pasar negara berkembang dan beberapa pasar komoditas. Dinamika belum benar-benar sesuai dengan kondisi risiko. Bahkan kinerja emas seusai dengan saham yang masih kuat terutama di AS dan dolar AS yang menguat. Agar emas mulai berkinerja lebih baik kemungkinan membutuhkan aksi jual di saham,” kata dia.

Lalu yang menjadi pertanyaan kemudian apakah emas dapat kembali pulih di atas USD 1.200 per ounce? Menurut analis, ada potensi kenaikan yang diharapkan sehingga dapat berada di atas USD 1.200.

“Jika berada di bawah USD 1.171 dapat mendorong harga emas kembali tertekan di posisi USD 1.160. Kenaikan harga emas kembali ke posisi USD 1.200 tetap mungkin jika mampu dorong kembali di atas USD 1.180,” tutur Analis FXTM Lukman Otunuga.

Analis TD Securities, Ryan McKay menambahkan, harga emas di bawah USD 1.200 per ounce dapat dorong aksi jual secara teknikal. Ia mengharapkan harga emas dapat kembali menguat.

“Harga emas dapat kembali ke posisi USD 1.180, USD 1.185. Jika berpotensi tertekan kami melihat harga emas dapat ke posisi USD 1.160-USD 1.150. Sedangkan jika menguat dapat ke posisi USD 1.190-USD 1.200,” ujar dia. Rifanfinancindo

Sumber : Liputan 6

Dolar AS Perkasa, Harga Emas Tergelincir

Rifan Financindo

 

Rifan Financindo – Harga emas melemah ke level terendah dalam 1,5 tahun di tengah sektor logam yang tertekan. Indeks dolar AS melanjutkan reli ke posisi tertinggi dalam 14 bulan.

“Harga emas jatuh ke level terendah dalam 18 bulan seiring dolar AS mencapai posisi tertinggi dalam 15 bulan. Hal ini seiring permintaan karena kekhawatiran gejolak keuangan di Turki,” ujar Wakil Presiden Direktur Oanda, Dean Popplewell, seperti dikutip dari laman Marketwatch, Kamis (16/8/2018).

Ketakutan terburuk penularan langsung dari situasi keuangan Turki yang memburuk. Akan tetapi, hal tersebut tidak cukup untuk halangi minat terhadap dolar AS.

Harga emas melanjutkan tekanan usai tiga laporan data ekonomi antara lain penjualan ritel, produktivitas dan manufaktur. Data ekonomi tersebut menghalangi harapan pasar terkait kenaikan suku bunga acuan AS yang diperkirakan naik lagi sebanyak dua kali pada 2018.

Harga emas untuk pengiriman Desember turun 1,3 persen atau USD 15,70 ke posisi USD 1.185 per ounce. Selama pekan ini, harga emas susut 2,9 persen. Usai tertekan 8,3 persen dalam tiga bulan terakhir, harga emas telah susut 10 persen pada 2018.

Harga emas gagal untuk menguat seiring gejolak geopolitik. Namun, dolar AS lebih kuat sehingga tahan harga emas.

Secara teknikal, harga emas belum gagal untuk menguat usai turun di bawah level psikologis USD 1.200 untuk pertama kali dalam setahun.

Harga Logam Lainnya Tertekan
Dolar AS lebih kuat dalam menjadi negatif untuk harga komoditas. Harga komoditas akan lebih mahal dalam mata uang lainnya. Indeks dolar AS naik 0,1 persen menjadi 96,78 dan dekati level tertinggi dalam 14 bulan.

“Lira Turki telah stabil tetapi mata uang lainnya masih goyah. Pelaku pasar dan investor global pun gelisah penularan mata uang lainnya dapat berkembang karena dolar AS terus menguat terhadap sebagian besar mata uang dunia lainnya,” ujar Analis Kitco Jim Wyckoff, seperti dikutip dari laman Marketwatch.

Ia menuturkan, harga emas berpotensi ke posisi USD 1.150. Akan tetapi, dalam jangka pendek, harga emas untuk pengiriman Desember di level resistance di kisaran USD 1.226.

Sementara itu, harga logam lainnya, harga perak turun empat persen menjadi USD 14.454 per oune. Harga platinum sentuh level terendah dalam 10 tahun dengan susu 3,7 persen menjadi USD 771,60 per ounce.

Harga palladium jatuh enam persen ke posisi USD 837,20 per ounce. Sedangkan harga tembaga susut 4,5 persen ke posisi USD 2.56 per pound. Rifan Financindo.

 

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Menguat karena Dolar AS Turun dari Level Tertinggi

PT Rifan Financindo

 

PT Rifan Financindo – Harga emas naik dari posisi terendah dalam 18 bulan terakhir pada perdagangan Selasa dengan harga berjangka kembali ke atas level USD 1.200 per ounce. Pendorong penguatan harga emas adalah kejatuhan dolar AS dari level tertinggi.

Selain itu, sentimen pendorong lain yang membuat harga emas naik adalah perkiraan dari para analis yang menyatakan bahwa penurunan harga emas sudah terlalu dalam.

Mengutip Reuters, Rabu (15/8/2018), harga emas di pasar spot naik 0,04 persen ke level USD 1.193.71 per ounce pada pukul 2.41 siang waktu London. Pada sesi sebelumnya, harga emas mencapai USD 1.191,35 per ounce, terendah sejak 30 Januari 2017.

Sedangkan harga emas berjangka untuk pengiriman Desember ditutup naik USD 1,80 atau 0,2 persen pada USD 1,200,70 per ounce.

Dolar AS mulai melemah terhadap sekeranjang mata uang dunia dan mata uang negara-negara berkembang setelah sebelumnya mengalami penguatan yang cukup besar. Penguatan dolar AS karena kekhawatiran gangguan krisis Turki terhadap ekonomi dunia.

Selain itu, pendorong penguatan harga emas juga karena adanya pembelian instrumen safe haven karena kekhawatiran akan krisis Turki.

“Emas adalah lindung nilai inflasi yang telah terbukti dan aset safe-haven dalam kasus guncangan terhadap pertumbuhan ekonomi, dan kami percaya bahwa kelemahan saat ini memberikan kesempatan untuk mendapatkan keuntungan dari pemulihan sektor yang kurang dihargai ini,” kata David Baker, analis dari Baker Steel Capital Managers. PT Rifan Financindo.

 

Sumber : Liputan 6

Harga Emas Terpuruk ke Level Terendah Sejak Januari 2017

Rifanfinancindo

 

Rifanfinancindo – Harga emas merosot di bawah USD 1.200 per ounce pada hari Senin (Selasa pagi WIB) atau ke level terendah sejak akhir Januari 2017.

Melemahnya harga emas dipicu penguatan dolar AS dan investor meninggalkan emas beralih ke obligasi AS.

Dikutip dari Reuters, harga emas di pasar spot turun 1,42 persen menjadi USD 1.193,71, setelah sebelumnya merosot ke USD 1,191.35, terendah sejak Januari 2017.

Emas berjangka AS untuk pengiriman Desember turun USD 20,1 atau 1,65 persen menjadi USD 1.198,9 per ounce.

Investor tradisional menggunakan emas sebagai instrumen lindung nilai aset mereka selama masa ketidakpastian politik dan ekonomi dan inflasi, tetapi tahun ini mereka gagal untuk mendapatkan keuntungan.

Sebagai gantinya, para investor langsung menuju obligasi AS, yang dipandang sebagai tempat berlindung paling aman, yang berarti mereka harus membeli dolar AS.

Lira telah jatuh dipicu kekhawatiran atas meningkatnya kontrol Presiden Turki Tayyip Erdogan atas ekonomi dan memburuknya hubungan dengan Amerika Serikat. Pelarian investor telah mengangkat hasil obligasi AS dari posisi terendah empat minggu.

Indeks dolar AS menyentuh level tertinggi 13 bulan sebelum memangkas kenaikan. Penguatan dolar AS membuat aset berdenominasi dolar AS lebih mahal bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga menekan permintaan emas.

“Pembeli emas tradisional sekarang menilai emas terlalu mahal dalam dolar,” kata George Gero, Managing Director di RBC Wealth Management.

Data mingguan pemerintah AS pada hari Jumat menunjukkan bahwa spekulan emas menaikkan taruhan bearish mereka ke rekor dalam minggu pelaporan terbaru. Rifanfinancindo.

 

 

Sumber : Liputan 6